Penjara Dunia

Perasaan “gede-rasa” atau yang disebut GR , perasaan “percaya-diri” yang kita sebut PD pada hakekatnya adalah “setali tiga uang” dengan penjara dunia .

Anda sudah merasa pintar ? maka sesungguhnya anda adalah orang bodoh yang sedang membangun dinding bagi penjara dalam pikiran anda sendiri.

Anda merasa sukses dan kaya raya ? maka sesungguhnya anda adalah orang “miskin” yang sedang memburu “kesenangan” , ditengah kegelisahan malam yang menghantui.

Anda merasa paling beriman / bertakwa pada Yang Maha Esa dibanding mereka yang lainnya ? maka sebenarnya banyak orang yang sedang mempertanyakan siapakah TUHAN anda yang sebenarnya .

Anda merasa populer dan menjadi idola serta selalu disanjung orang ? maka sesungguhnya “gantilah” cermin yang selama ini menjadi media “sensasi obyek” yang mengelabui lensa matahati anda.

Bangsa Indonesia , baik para Pemimpin-nya , Politikus-nya , Birokrat-nya , Tehnokrat-nya , Agamawan-nya , Budayawan dan Seniman-nya , Industriawan-nya , Pedagang-nya , serta masyarakat Profesional yang lainnya ,

Kita semua telah “terpenjara” oleh penjara-penjara yang kita ciptakan sendiri . Yang telah sekian lama ini membutakan matahati kita sendiri . Yang pada akhirnya hanya akan menghasilkan ramainya “pantulan balik” teriakan dari mulut kita sendiri-sendiri .

Semakin samar dan semakin tak mengerti jeritan suara orang lain yang seharusnya mampu terdengar . Hanya “hiruk-pikuk” yang membuat selaput gendang dalam kuping “pekak” membisingkan telinga , lalu bisa-bisa jadi “budeg” selamanya .

Jangan merasa pintar , jangan menggurui , jangan menasehati , jangan merasa sudah memiliki , tetapi mari kita saling berbagi “informasi” dan meluruskan segala sesuatu yang perlu diluruskan bagi kepentingan hajat hidup kita bersama .

Segala sesuatu yang menjadi “Hak dan Kewajiban” kita sebagai warga Negara Indonesia , yang menjadi “Hak dan Kewajiban” kita sebagai warga bangsa , “Hak dan Kewajiban” kita sebagai manusia.

COMMENT ON MULTIPLY

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

8 Responses to “ Penjara Dunia ”

  1. penjara dunia memang sering tak disadari ya mas…, nanti kalau sdh ada cobaan berupa sakit atau musibah, atau kerusakan yang mengakibatkan krisis, baru terbuka mata hati…, ternyata kita bukan apa-apa…, lemah…, dan menderita banyak kelemahan. tapi ko yaa masih sering GR ya kita ini…, hmmm…

  2. Secara “ilmiah” serum untuk mengatasi “aplikasi-duniawi” adalah ilmu yang diajarkan di-sekolah ya mas.

    Namun nampaknya “ilmu” tersebut menjadi sia-sia tanpa aplikasi kemampuan mengasah “nurani-kalbu” disetiap masing-masing kita.

    Sepertinya ada yang “salah” di masyarakat kita sekarang ini ya..mas?

  3. sayangnya contoh dan teladan orang2 yg peka dan bijaksana juga masih minim di dunia pendidikan. untuk ukuran nasional, waktu itu saya melihat baharudin lopa bisa menjadi teladan. ketika melihat acara yg meliput kepergian beliau beberapa teman mengatakan sangat sedih dan menangis. itulah tanda bahwa beliau adalah orang yg bersih dan bijaksana. ketika pergi, banyak yang sedih dan menangis tulus karena kepergiannya. sekarang ini siapa kira-kira tokoh kita yang bila ia meninggal kita akan merasa sangat sedih, karena orang terpilih itu telah tiada? Teladan yg sangat jarang sekarang ini mas. menjadi pimpinan tapi kok ngga malu hidup boros ditengah rakyat yang separuh lebih (100 jutaan orang) hanya hidup dengan 1 US$ sehari . saya pikir sekarang ini bukan pemimpin yg ada, tapi manajer2 mas. manajer jelas beda dengan pemimpin. manajer mengejar keuntungan (pribadi/golongan). pemimpin, dia tak akan rela seorangpun rakyatnya mati kelaparan. karena ia sangat mencintai rakyatnya. kalaupun rakyatnya bodoh, dan ia sangat cerdas, tapi ia tak pernah membodohi. ia selalu membela rakyatnya, sabar mendidik rakyatnya. sekarang ini org2 pinter sangat banyak, tapi yang dikejar kejayaan dan kesuksesan pribadi/golongan, tak segan2 membodohi rakyat(orang banyak). pemimpin tak pernah GR, ia tak terpenjara oleh dunia. ya semoga saja kelak Tuhan akan mengkaruniai bangsa ini pemimpin2 sejati…, semoga…

  4. Ideologi kita sudah dibajak dan disandera oleh barisan saudagar .
    Ditunggu Revolusi-Budaya mengembalikan tatanan bangsa yang bermartabat dan berke-Tuhan-an Yang Maha Esa,

    salam sejahtera saudaraku.

  5. @zulkarmen:

    Saya sepakat tuh mas dengan “pendekatan fungsi” menggunakan istilah manager . Sebab memang hampir semua level di jajaran kepemimpinan masyarakat kita saat ini orientasinya berpikir korporasi / alias nyari duit dan harus untung.

    Naifnya mereka semua menjadi “buta” , bahwa berpikir corporate selalu tunduk pada kehendak kekuasaan pemilik modal terbesar dan terkuat.

    Dalam tataran ber-Negara , modal terkuat dan terbesar tentu saja Negara-Negara yang sudah kaya . Dan “kacung” alias jongosnya tentu saja Negara-Negara miskin.

    Mereka semua sadar diperlakukan sebagai “jongos” ketika berdiri di-tengah2 kepentingan negara kaya , bahkan terkadang bisa marah dan terbangun rasa nasionalisme kebangsaan-nya . Tetapi ketika kembali ke tengah2 masyarakatnya sendiri… “mental oprtunis” dan “mental ndoro2kakung” kembali lagi membuka peluang dirinya untuk menduduki kursi “koruptor sejati” .

    Bagi saya (pribadi) , sebenarnya mereka2 itu lah yang juga layak untuk dihukum mati .

  6. @maryam:

    Setuju mbak , terimakasih comment-nya.
    salam.

  7. Saya belajar dari setan…
    “Ketika manusia merasa terbebas dariku, dan sudah merasa saleh,baik,benar dan merasa ‘ahli surga’…maka justru di saat itulah aku menganggur alias MAGABU (makan gaji buta,…lagian siapa lagi yg nggaji setan..)…

    ” lho, kenapa..tan..? koq gitu..?”

    ” ya iyyalah…justru ketika mereka merasa serba ‘sudah’ dan ‘paling’ itulah…aku bersemayam di atas kepala mereka duduk dengan nyantai sambil nyamsoe n ngopi (batinku..lah??..syaethon nyamsoe..?kalo ngopi oke deh..emanglah…nyamsoe itu lho tuku’ nang ndi?)

    “oooo…(pas saya baru mo mbengok..eee..dipotong sama dia…) ”
    ” lha..buat apa lagi nggodain mereka..wong kita udah selevel…jangan-jangan malah lebih setan dia daripada aku…(ee setan ber-aku-aku…)itu yg kita sebut auto-set!”

    ” apa tuh auto set..?
    ” auto setan..jadi manusia yg kerja sendiri jadi setannya, kita mah tibang nyupervisorin aja dari jauh, kayak nonton tipi kabel…)

    “hehehe….tan..ane permisi dulu ..mau maghrib dulu…”
    “alah mau kemana…udeh.. ahli sorga ente!….dijamin!”
    ” kagak..kagak…!”

  8. hahaha..

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara