reMindset

Dalam tatatan Negara Merdeka yang demokratis dan berdaulat , ilmu politik adalah satu-satunya cara yang digunakan untuk menciptakan sistim birokrasi guna menerapkan berbagai kebijakan / peraturan untuk mengelola proses tercapainya kesejahteraan bagi masyarakat bangsanya .

Mekanisme kerja mesin politik tersebut dievaluasi secara terus menerus per lima tahunan , dan wajib untuk harus selalu diperbaiki , sesuai dengan tuntutan perkembangan kebutuhan jaman yang menyertainya sendiri.

Dengan kata , lain saya ingin menegaskan bahwa masyarakat kita wajib me-remindset dirinya masing-masing . Bahwasanya sistem Pemilu bukanlah agenda “Pesta Demokrasi” yang untuk layak dirayakan dengan suasana gegap gempita “meriah” secara harafiah . Menghadirkan berbagai simbol-simbol kesejahteraan diselingi riuh rendah pekik suara ‘penuh ceria’ , atas nama sebuah demokrasi .  Yang juga hanya ditampilkan lewat kibaran warna warni bermacam-macam bendera bergambar lainnya .

Sistem Pemilu di Indonesia masih jauh dari kadar “meningkatkan” kesejahteraan seperti yang selama ini slogan nya terbiasa kita dengar . Bahwasanya sistem Pemilu kita masih berkualitas “euforia” . Ibarat sebuah kendaraan , yang seolah-olah dia sudah mampu meluncur melaju dijalan raya menuju arah tujuannya.

Mesin politik sebagai infrastruktur berfungsinya sistem Pemilu masih carut marut nyatanya . Sekali lagi ibarat kendaraan maka dia masih teronggok diam di bengkelnya dalam keadaan “turun mesin” dengan berbagai kelengkapan pendukung yang masih terlepas dan terpisah dari bodynya sendiri.

Bagaimana bisa merancang peta perjalanan dengan baik dan benar . Menghindari berbagai tempat-tempat yang penuh kemacetan , serta melewati jurang-jurang beresiko tinggi yang dengan mudah bisa mencelakakan hingga mematikan .

Bagaimana semua itu bisa kita jalani hanya dengan sekedar mengibarkan “bendera warna warni” ke partai-an sambil berteriak-teriak histeris atas nama demokrasi?

Tengoklah tubuh dan diri kita masing-masing , lihatlah dengan seksama betapa masih compang-campingnya berbagai “jeroan” yang ditutupi kulit dan diselimuti oleh kamuflase-kamuflase dandanan kemunafikan yang membalut sekujur badan .

Pemilu perlima tahunan hingga Pemilu 2009 nanti bukanlah pesta , tapi menuntut segera dibenahinya mesin-mesin politik agar cocok dan bisa bekerja dengan baik untuk menghidupkan mesin mobil / kendaraan , agar bisa segera berfungsi . Nggak didorong-dorong melulu agar tampak seolah bisa jalan . Sementara barisan manusia pendorongnya “doyan” berangan-angan dan senang dibuai mimpi seolah akan segera sampai kearah tujuan.

Masihkah kita dengan “lugu” dan “polos” serta dengan sepenuh hati turut dalam barisan mendorong “kendaraan” yang nyatanya masih “rongsokan” ?

Ataukah kita akan segera bersepakat secara bersama-sama , untuk menyelesaikan persoalan yang menumpuk didalam “bengkel” itu sendiri .

Ini sebuah PILIHAN , menjadi bangsa Merdeka secara sesungguhnya atau hanya seolah-olah .

Sampai kearah tujuan yang akan direncanakan , atau hanya diam ditempat sambil ngos-ngos’an.

COMMENT ON MULTIPLY

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

13 Responses to “ reMindset ”

  1. Judulnya macet ya mas

  2. Selamat menuaikan ibadah puasa , pejuang yang tak mengenal jaman. salam hormat dari kami semua.

    Komunitas Masyarakat Sadar Merdeka.

  3. bang! pengennya sih caci maki…xixixixi
    tapi inget mo puasa…jd gak jadi deh :)

  4. @maryam : koq macet mbak? apanya yang macet hehe.

  5. @dagudagu: terimakasih mas , selamat berjuang juga .

  6. @anakbangsa”: ya tahan diri lah.. :)

  7. pesta demokrasi…
    panji-panji warna-warni penuhi langit…
    sementara rakyat masih kembang kempis….

    janji janji surga sesaat lagi akan bertebaran..
    sementara wakil rakyat sibuk memenuhi pundi-pundinya sendiri..

  8. benni said:

    pesta demokrasi…
    panji-panji warna-warni penuhi langit…
    sementara rakyat masih kembang kempis….

    janji janji surga sesaat lagi akan bertebaran..
    sementara wakil rakyat sibuk memenuhi pundi-pundinya sendiri..

    –> Transpansi! , kunci dari semua persoalan Ben. Setiap kalimat yang terucap dari bibir siapapun juga harus disertai dengan kompetensi serta integritas yang mendampingi . Bila tidak…seperti sekaranglah kondisi yang terjadi disemua lini kehidupan kita.

  9. lha kalo utheknya wes kropos priben cak???

  10. Negara kita ngakunya Merdeka,,
    Masyarakat ngakunya juga sudah berpikiran merdeka,,

    Tapi kok negara makin runyam???
    apa karena terlalu merdeka??
    Salah!!! belum banyak yang merdeka dinegara kita!! smua cuma ngaku2 aj..

    “hahahaa gimana bisa merdeka kalo kita aja gk pernah on-time??? gimana bisa merdeka kalo buang sampah aj masih sembarangan??”

    _dan baru kita sadari betapa kacaunya mental orang yang biasa kita sebut WARGA NEGARA INDONESIA_

  11. @sultan:
    yang otaknya keropos biasanya yang sudah tuha-tuha tapi suka ngeyelan alias ngotot-ngototan .
    Yang seperti itu dikumpulin di baskom lalu dimasukin kulkas aja . hehe

  12. aZiZou said: baru kita sadari betapa kacaunya mental orang yang biasa kita sebut WARGA NEGARA INDONESIA

    Tapi kalau dibilangin “kacau” cepet marah dan tersinggung , sampai bisa bakar apa saja dan hancurkan apa saja yang tampak didepan mata .

  13. he eh mas betul banget..gampang nesuan modele,,

    btw,film “kantata takwa” kapan tampil???

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara