Kolom serapah
Disetiap bulan puasa orang dianjurkan untuk menahan semua hawa nafsu yang acapkali sulit dielakkan. Dikolom artikel ini saya menyediakan ruang untuk melampiaskan “sumpah serapah” , namun sebaiknya umpatan kita sampaikan setelah kita berbuka puasa hehehehe… (biar nggak batal puasanya)
Manusiawi kan ?
Soal benar atau tidaknya boleh mengumpat dibulan puasa , silahkan tanggung sendiri-sendiri akibatnya .
Paling tidak , agar uneg-uneg yang terkekang disiang hari tidak mendekam dalam kepala yang bisa bikin kita “stress” lalu jadi gila . Maka dengan memohon ijin Yang Maha Esa silahkan mengumpat disini .
Sekali lagi tanggung sendiri-sendiri resiko dan akibatnya , wong saya hanya “perantara” koq..
“dasar babi muke’ lu jelek tau..!”


















Ingin memakimaki tetapi enggak tega,gimana dong bung!!
Jadi inget jaman waktu pake sragam putih abu-abu…
Critanya rame-rame ma temen2 k daerah pegunungan di Pekalongan.
Pas pulang, di tengah jalan kedengeran Adzan Maghrib pertanda waktu buka. Nahh…yang jadi masalah…kami ga bawa makanan/minuman & pas di daerah hutan agak jauh dari pemukiman penduduk.
Trus….satu temenku langsung triakkk….”Wassssyuuuuuu…..!!!!”
kata dia…buat ngebatalin puasa….heuheuheuehuee…..
ngakak kalo inget itu…
btw ada apa mas??? Kok pengen nyumpah serapah???
@yohaness:
ya jangan memaki kalau nggak tega hihihi..
@patoel:
Saya yakin banyak orang yang kehilangan “media” serapahnya ketika bulan Ramadahan tiba . Apalagi bagi orang Indonesia dengan segala problem ke-Indonesiaan-nya sekarang ini hehe..
Ternyata dugaan saya betul , (bila anda tengok di multiply) . Dalam sekejap berkumpul orang2 yang nyumpah2 serapah , lalu sekejap pula menjadi “lega” karena sudah saya fasilitasi media nyumpahin-nya …termasuk saya sendiri .
Legaaaaa…rasanya mas , cobain deh!
“BANGSAAAATTTT..GW!” (belum sahur kan? )
Gue mo teiak aja ach..
uwwwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaach……………..
yah…teriak mah..bukan nyerapah mas