Daya Pesona

Entah mengapa koq rasanya lagi ingin menulis artikel tentang seks lagi . hehehe.. mugkin bawaan siklus kali :) . Kali ini saya akan berpendapat tentang apa sih nikmatnya seks itu sendiri , setelah berjalan mengarungi lautan waktu sekian lamanya , rasanya saya koq berpendapat ‘dia’ sebenarnya nggak ‘gitu-gitu’ nikmat amat deh .

Sebenarnya yang terjadi adalah ; kita sedang di-kamuflasekan oleh imaginasi dalam otak lewat sensasi obyek yang tampak di kedua belah mata saja. Artinya “sensasi” yang “merangsang imaginasi” lah sebenarnya yang berperan sebagai provokatornya hingga terpicunya kenikmatan yang ditimbulkan .

Lumayan bermutu juga , membahas masalah seksologi dari perspektif ini . Artinya tidak hanya sekedar ngomongin bagaimana cara mengumbar hasrat yang membabi buta dan sradak-sruduk sana sini . Mengapa..? sebab orang sekarang ini kian lama kian mengejar keinginan untuk mengeksplorasi berbagai jenis kegiatan tersebut demi menemukan kebahagiaan / kenikmatan hubungan seksual , yang sebenarnya ‘nggak ada’ disana hehehe…

Akhirnya industri dagangan lah yang di “beruntung” kan , karena bisa semakin rancak menciptakan metode-metode baru hingga menjual laris alat-alat dan apa saja untuk digunakan sebagai instrument propaganda bagi bisnisnya. Perhatikan dari mulai salon-salon “perabotan” tertentu hingga alat-alat kosmetik sampai operasi plastik dan sebagainya.

Menurut saya sih…, ‘kenikmatan’ itu sebenarnya ada didalam “pesona”  . Tetapi PESONA juga menuntut dibekalinya berbagai persyaratan untuk melengkapinya . Dalam sebuah ikatan hubungan antar suami dan istri , apabila bekal-bekal serta persyaratan tersebut sudah tak terawat dengan baik , hilang / sirna maka saya jamin setiap malam saat mereka berdua tidur di ranjang pasti saling membalikkan badan dan muka . Hanya sekali-kali saja saling tindih-tindihan yang menguras keringat dan tenaga …hingga akhirnya “heehhh..” mendesah kesel karena lemes dan capek deh..! Alias “nggak mutu” blasss.. Tau-tau…bunting deh..alias pasrah.

Persoalannya bagaimanakah caranya mengelola diri agar ‘pesona’ dan segala kelengkapan lain yang dibutuhkan diatas bisa dicapai dan dimiliki sepanjang hidup . Nah..keliatannya nggak begitu gampang . Jauh lebih mudah ketika paradigma perilaku / sopan santun , etika dan tata nilai kehidupan kita masih belum berubah hingga sampai sejauh sekarang ini .

Sebab dulu setiap orang selalu menjaga ‘rahasia’ dan menjunjung tinggi keyakinan lewat adat istiadat / budaya kulturnya masing-masing . Hingga keinginan untuk membedah agar bisa “lebih tau atau lebih bisa” menikmati , selalu dipagari oleh tembok yang membatasi . Secara teoritis akhirnya “sesuatu” tersebut menjadi sebuah “misteri” yang terus meng-obses dalam benak manusianya , hingga akhirnya secara tidak langsung dia adalah bagian yang berfungsi menyirami suburnya sang “PESONA” itu sendiri . (baca:penasaran)

Ada banyak lagi kelengkapan-kelengkapan lain yang dibutuhkan , contoh diatas hanya salah satunya saja .

Kembali pada pertanyaan saya , bagaimana caranya mengelola diri agar ‘pesona’ yang menghubungkan antar manusia yang satu dengan yang lainnya , hingga sampai pada kaum suami dan istri tetap bisa dijaga selamanya  . Sedangkan peradaban saat ini semakin membuka lebar-lebar apa-apa saja yang ingin kita ketahui tentang si ‘dia’ ataupun dia terhadap kita sendiri .

Dengan kata lain , yang dulu disebut tata nilai / etika , kini sudah berubah kalimat menjadi “basa-basi” . Satu contoh sederhana lagi bila ada se-seorang kemudian naksir seseorang lainnya , maka mengalirlah kalimat sms di handphone nya , al ; “gw mau nembak elo.., elo mau nggak? ” . Jangan-jangan sebentar lagi akan ada paradigma untuk menjawab :”boleh….asal kaga pake bunting ya..”

Basi ah.

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

2 Responses to “ Daya Pesona ”

  1. Sebuah tulisan yang syarat dengan informasi dan pesan, Kematangan tulisan dari seorang mas Yokie semakin tajam dan berbobot.Kematangan ide dan kemudian menyalurkannya lewat sebuah tulisan yang syarat dengan makna terkadang sangat sulit namun lewat tangan seorang mas Yokie hal ini dapat diramu dengan sangat baik. Hal-hal yang sebenarnya dianggap ^^ namun dapat disampaikan secara sedernana dan tidak seronok adalah cerminan dari Anda. Walaupun “bukan seorang jurnalis” namun kualitas tulisan Anda benar-benar baik.

    Tulisannya selalu ditunggu mas Yokie..

    Salam hangat-

  2. terimakasih mas , saya masih harus banyak belajar :)
    salam.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara