Pembelajaran Politik

“Wah..elu sekarang sudah masuk ‘wilayah abu-abu’ ya…(politik praktis) , karena sudah memainkan dan bahkan meng-aransemen lagu seorang tokoh politik “

“Wah…elu sekarang sudah “berpihak” dan tidak lagi sebagai seniman musik yang independen dan netral ..?”

“Wah..wah”…dan wah-wah lainnya….sedemikian gencar kalimat / paragraf tersebut mengantre masuk kedalam ruang gendang telinga saya .

Itulah kondisi serta realita mindset yang terjadi ditengah masyarakat kita , khususnya dilingkungan saya sendiri. Sedemikian mudah dan gampangnya kita saling melemparkan stigma ataupun issue-issue untuk saling menyudutkan antar sesama anak bangsa .

Oleh sebab itu pula saya menjadi tak heran bila ‘politik’ bagi masyarakat kita , dipahami sekedar alat untuk saling berebut kekuasaan semata. Dimana ujung-ujungnya ‘politik’ dianggap atau layaknya sebuah permainan yang ‘keji’ , sebab hanya akan menampilkan “orang kalah” baru dan “pihak pemenang” yang baru .

Politik sebagai alat / mekanisme merekayasa budaya benar benar tak diabaikan fungsinya . Melalui kerja musikal yang selama ini saya lakukan , semoga saya bisa memperoleh ruang gerak dan wilayah yang lebih luas lagi , untuk dapat turut bergabung bersama berbagai pihak lainnya dan meletakkan MUSIK yang berfungsi sebagai media untuk mencerdaskan bangsa . Khususnya pemahaman masyarakat agar sesegera mungkin bisa melek politik .Sebab hanya bangsa yang masyarakatnya apolitis yang sulit bersanding secara setara dengan bangsa-bangsa lain ditataran global .

Bila ada pihak-pihak yang ingin mengetahui lebih jauh sampai dimana “transparansi” yang sudah saya lakukan secara total (perihal visi / maksud tujuan) saya yang sebenarnya , maka saya persilahkan bisa membacanya lewat “Gerakan Kepatutan” maupun Gerakan anti narkoba dan lainnya yang sudah saya rintis semenjak 2002 yang telah lalu . Dan itu semua bisa ditemui di web.site saya http://jsop.net maupun jsops.multiply.com . Agar bisa menepis dugaan dan berbagai ragam prasangka yang tidak perlu ada.

Beberapa hari yang lalu ada sebuah dering tanda sms masuk ke inbox hp saya , bunyinya :

Gile’ lu…nama SBY  lu taruh di urutan terakhir sebagai pendukung dan sebagainya .! Dia kan Presiden RI dsb..dsb.

hehehe…jawaban saya adalah :

Lho…wilayah ini adalah domain saya bukan? Saya berusaha menempatkan tokoh-tokoh yang berperan di album musik saya tersebut secara proporsional , …itu saja . Serta selebihnya…., setelah saya mengenal SBY dari dekat dan bertegur sapa secara langsung…impresi yang saya dapatkan tentang figur yang bersangkutan “dia bukan type orang yang senang dijilat dan dipuji-puji” bahkan ketika kritik pedas disuarakan oleh sebagian dari teman2 saya secara langsung…diapun hanya tersenyum dan berterimakasih. Tak ada sekat protokoler yang membatasi ketika dialog antar saya dengan yang bersangkutan berada diwilayah kemanusiaan dan sebagai warga negara yang sama ”

Artinya ..bagi saya , bila selama ini hampir seluruh para pemimpin kita terkesan arogan dan keras kepala dan sebagainya….hal tersebut agaknya keliru…..ternyata “lingkaran” lah yang membentuk opini yang berkembang di tengah masyarakat. Dan opini yang semacam itu sungguh sangat menyesatkan serta berbahaya. Sebab …sebagai bangsa , kita akan terus-terusan semakin sulit untuk bisa saling bergandengan tangan , bahu membahu guna meraih masa depan yang diharapkan .

salam,

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

18 Responses to “ Pembelajaran Politik ”

  1. karena itu diperlukan tulisan2 yang menjelaskan pada massyrakat tentang kenyataan yang ada, spt tulisan mas jsop ini. karena kalau tidak ya yang bersimaharajalela adalah gossip, stigma, issue dan hal2 lain yang mungkin tak berdasar pada kenyataan yang ada, yang justru akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa besar ini…

  2. Mas Zulkarmen , ketika beberapa tahun yang lalu saya mulai menerapkan ‘transparansi’ bagi kehidupan disekitar saya sendiri saja…, itupun sudah menciptakan beragam “kontroversial” yang acapkali menjengkelkan saya sendiri .

    Bisa dibayangkan ketika ‘spectrum’ nya saya perluas…keluar dari wilayah pribadi dan masuk ke area publik .Tapi bukankah itu memang sudah seharusnya bukan..?

    Doakan saya saja…agar saya tidak ‘layu’ diperjalanan , salam

  3. soal suara2 yg masuk ke telingan jenengan, itu namanya orang kemeruh hehehe

  4. yaa…
    semoga tidak layu… :)

  5. @hedi: yang jelas orang nggak ada kerjaan sekaligus butuh kerjaan hehe..

  6. @zulkarmen: ada lagunya tuh mas

  7. yg jelas JSOP lebih duluan ngetop dari SBY he…3x

  8. hehehe…. bedanya yang satu internasional yang satunya lagi level rt/rw ya mas :)

  9. Balik ke jadul. Yang main keyboard di Duo Kribo album 1 dan ke2 ente bukan? Di lagu monalisa keyboardnya kayak permainan ente. Yg gitaran kayaknya Ian antono? Maklum kaset jaman taun nol nggak pernah nyebut pemain yg terlibat.

  10. betul bang, rasa2nya sih ane’ yang main . Kalo soal nggak ditulis mah…udah biase’ kan bang…kagak penting2 amat, katanye’ hehehe

  11. Jaman itu lagi bokek2 nya ya he..he..he karena musik rock sdh nggak jaman.Duo Kribo sepertinya buatan cukong glodok ya. Artinya kelar bikin master dibayar dan master milik cukong 100% + kewajiban artis nonggol(video klip)di siaran niaga TVRI.

  12. hm..saya jadi curiga nih…sampeyan tau banyak , apa sampeyan termasuk salah satu cukong bangkong jaman doeloe mas ..hehehe

  13. sampeyan iku artis, ya kalo kagak digosipin kagak jadi selebritis.. hehehe..
    lebih baik berkarya nyata daripada cuman gosipin orang lain atau bersyak wasangka bin mencemooh kerja orang lain..
    ada pepatah mengatakan “sirik tanda tak mampu”

    tetap berjuang bos… rajawali takkan menjadi burung nuri kan??

  14. weleehh…artis iku panganan opo seh., selebritis iku lak sing salepan kuwi yo.

  15. aku bukan org biasa2 saja mas, ttp semua kebetulan saja apa yg dilihat, diingat mungkin klop. Tahun2 sekitar jaman duo kribo benar2 paceklik ingat nggak Akhmad Albar yg kepaksa dangdutan dgn Elvis (doi lagi perlu doku buat ngawinin rini kali ye. . . ). Aneh tapi nyata GB satu panggung dgn Soneta di pergantian tahun 77/78, apa yg main orgen (sebutan keyboard jadul he..3x)sampeyan mas.

  16. sampeyan ini sebenarnya siapa toh..? koq bikin saya penasaran jadinya. Tetapi emang pergantian tahun 77/78 ada “duel meet” rock vs dangdut di Istora Senayan ..hehehe kayak jangkrik aja di adu2 .. :)

    Pemain ‘orgen’ nya kebetulan saya mas..hehe..hm..sampeyan ini mas atau mbak..sih?

  17. jgn penasaran mas saya lanang tulen wong biasa “bukan seniman bukan jurnalis bukan poly tikus apalagi serdadu” . . . he 3x
    Oh ya aku ingat ada foto sampeyan di majalah sedang main orgen Parfisa (spt nya show di kota kecil) eh sampeyan pake baju meling2 (model Edgar Winter) dan kosentrasi mencet2 tuts sambil lenggah di kursi rotan yg supaya enak diganjel koper baju.Kebayang si vokalis dan bassist mencak2 sambil angkat2 mike sambil suara panggung kayu gemlotakan keno sepatu hak tinggi.

  18. hahahaha…

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara