Berita Duka

Telah meninggal dunia Ibunda kami Hj. Suryati pada hari Jumat pada pukul 21.50 di Rs Fatmawati. Jenazah akan dimakamkan bsk Sabtu kira-kira jam 10 pagi di pemakaman taman makam pahlawan kalibata

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

23 Responses to “ Berita Duka ”

  1. Ikut berduka, pak. Semoga almarhumah mendapat tempat layak di sisi Allah.

  2. Innalilahi wa innailaihi ro’jiun….
    turut berduka cita atas kepergian beliau,
    semoga Ibunda diterima disisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan….
    Amin….

  3. Bang Joekie, turut belasungkawa atas kepergian ibunda. Saya ingat, Menkeu Sri Mulyani –ketika sang bunda dipanggil Sang Khalik belum ini– berkata, ibunda beliau adalah wanita yang hebat. O, saya juga ingin mengatakan, ibunda yang melahirkan musisi yang memiliki integritas dan karakter kuat seperti Bang Jockie pastilah juga wanita hebat.
    Semoga Almarhumah mendapat tempat yang sebaik-baiknya di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan mendapat berkah kekuatan dan kesabaran dalam merenda hari depan yang lebih baik. Amin Yaa Rabb.

  4. @Hedi , maturnuwun mas atas doanya

  5. @mas zulkarmen, Amien…semoga doa kita senantiasa diterima oleh-Nya

  6. @mas vansya raban, Terimakasih banyak mas

  7. Mas Jockie, ikut bela sungkawa. Semoga semua kesalahan dimaafkan oleh Allah swt dan ibu diberikan tempat yang mulia di dunia sana. Semoga amalnya tetap mengalir, menjadi makanan, cahaya, dan kemudahan di dunia sana. Amin. Hanya doa yang bisa menyertai…

  8. Terimakasih mas Budi , saya juga mengucapkan selamat , atas telah kembalinya anda dari menuaikan ibadah haji .salam

  9. Saya ikut berbela sungkawa ya mas… atas meninggalkan ibunda tercinta. Sumber inspirator mas selama ini. Semoga arwah beliau diterima disisiNya, Amin…

    Mungkin sudah selayaknya bagi kita semua untuk menghargai kasih Ibu sepanjang masa… di tiap tanggal 22 Desember

    “… Ribuan kilo jalan yang kau tempuh, lewati rintang demi aku anakmu…. ”

    Btw, mohon maaf mas boleh bertanya ni… Mengapa ibunda dimakamkan di Kalibata. Ibunda mempunyai tanda jasa pahlawan ya mas ???

  10. Pengalaman spiritual yang bisa saya petik dari peristiwa tersebut mas :

    Secara pragmatis kita hanya merasa telah ditinggalkan (secara fisik) oleh orang yg melahirkan kita didunia. Lalu muncul berjuta rasa penyesalan..seolah kita baru tersadar , karena kita belum bisa membahagiakan dan membalas segala budi baik yg mereka ajarkan dan berikan.

    Lalu setelah itu seringkali ‘romantisme’ menguasai alam pikiran kita, dan merasa“kita telah ditinggalkan dsb..”

    mas.., menyinggung soal HAri Ibu yang anda sebut diatas , ternyata Ibu kandung adalah representasi yang nyata dari ‘Ibu Pertiwi’ yang sering hanya muncul dan terucap dalam kalimat2 slogan hingga lagu-lagu yg dinyanyikan.

    Bahwasanya dia tidak pernah meninggalkan kita , tetapi kitalah yang acapkali abai dan cenderung berpotensi “meninggalkan” dia.(based on dalih2 serta pembenaran2 baru lewat perjalanan peradaban)

    Bagi saya Ibu Pertiwi bukan lagi simbol absurd yang sulit untuk ditelusuri keberadaannya . Pengabdian pada ibu kandung adalah manifestasi pengabdian kita pada Ibu Pertiwi itu sendiri . Ibu kandung saya secara fisik memang sudah tidak ada lagi , namun tuntutan untuk mengabdi pada beliau tak boleh ikut pergi meninggalkan kita , ataupun sebaliknya kita yang berpotensi meninggalkannya lagi.

    Bila kini ibu saya telah tiada maka sebenarnya dia hanya menjalankan perannya lewat media tubuh sebagai manusia ciptaan dan milik Yang Maha Esa .

    Selanjutnya beliau dimakamkan di TMP , karena semasa remajanya tergabung dalam divisi Diponegoro sebagai Tentara Pejuang , dan mendapatkan bintang tanda jasa penghargaan dari Negara sebagai “Prajurit Satu” , yang harus dimakamkan di tempat yang juga telah disediakan oleh Negara.

    salam dan terimakasih atas doanya ya mas

  11. Aku tuh dari kemarin baca posting ini tapi anehnya masih ga mau bilang “Turut berduka cita”, Mas :)
    Selain karena buatku.. “kehilangan” tidak ekivalen dengan duka-cita.. toh ini pun sudah jadi satu hal pasti..

    Aku.. turut mendoakan saja :) semoga yang ditinggalkan tidak terlarut dalam kedukaan mendalam (mendoakan yang “pergi”, merealisasikan apa2 yang mungkin masih belum sempat direalisasikan yang meninggalkan, melestarikan kebaikan2 yang telah diwariskan, dsb)..dan.. semoga yang meninggalkan dimudahkan segala sesuatunya :)

    *aku ndak tiba2 ketuaan dari umurku kan ya??*

  12. Innalillahhi wainna ilaihi rajirun. Dari Dia kita datang dan kepada Dia kita kembali. Saya salah seorang penggemar anda . Bila mau hasilkan lagu-lagu seperti Aku Dan Dia, Hening dan sebagainya yang membuatkan kita terasa kecil sangat di sisiNYA.

  13. Turut berduka cita Mas..
    Semoga Almarhumah mendapat tempat yang layak disisi Allah.

  14. Saya turut berduka cita,semoga arwahnya diterima disisiNya dan keluarga yang ditingggalkan diberikan ketabahan,om JSOP.

  15. kuke said: *aku ndak tiba2 ketuaan dari umurku kan ya??*

    —> hm…”so”…”so”…sih.

  16. hakimi said: Innalillahhi wainna ilaihi rajirun. Dari Dia kita datang dan kepada Dia kita kembali. Saya salah seorang penggemar anda . Bila mau hasilkan lagu-lagu seperti Aku Dan Dia, Hening dan sebagainya yang membuatkan kita terasa kecil sangat di sisiNYA.

    —> terimakasih

  17. jefry said: Saya turut berduka cita,semoga arwahnya diterima disisiNya dan keluarga yang ditingggalkan diberikan ketabahan,om JSOP.

    —> terimaksih juga mas

  18. Turut berduka cita Mas..

    andhi said: Semoga Almarhumah mendapat tempat yang layak disisi Allah.

    senkyu andhi…, mana? katanya mau ke BSD?

  19. “so”..”so”.. ya.. ^^v hee..

    *kalo aja si mbak2 penjaga counter sepatu tadi tau aku bisa nulis gitu itu.. hemm..*

  20. wats the maksut ..kuke?

  21. Innalillahi wa inna ilaihi ro’jiun
    Semoga arwah almarhumah diterima di tempat terbaik di sisi ALLAH SWT,dan semoga mas beserta keluarga diberi kekuatan serta limpahan rahmat dari ALLAH SWT. AMIN YRA.

    Mas, kita semua ini sedang berjalan menuju satu titik.
    Di titik itulah nanti kita akan ketemu lagi semua.
    Semua keluarga mas Jock, dan setiap keluarga bung-bung yg aktif di sini, serta juga keluarga saya.
    Kita akan bertemu lagi di sebuah ujung yang tak akan ada pangkalnya, bersama dengan semua yang mencintai dan kita cintai. Dari dulur sampai leluhur. tanpa tapi.
    Ujung itu bukan akhir dan bukan pula kematian
    ia adalah suarga.
    dan kita sedang ke sana

    P.S:(sorry mas, tapi komposisi HUMA DI ATAS BUKIT adalah salah satu yang bikin saya merinding tapi sekaligus jadi gak takut…)
    All of us will meet again one day in one of ALLAH’s biggest family.
    Amin YRA.

  22. Terimakasih mas atas doanya untuk Ibunda saya .
    Soal Huma diatas bukit , yang sampeyan maksud versi pertama atau versi ‘revisi’ saya?

  23. Gosh!!! First vintage version..itu gilaaaaaaaaaaaaaa bgt!!!
    Lagu ini bikin merinding..ada resonansi romantisme ‘kelam’ yg kuat sekali di tiap detak dan detik lagu ini baik AUDIO, VISUAL dan SYAIR (alm Pak Syuman,kan?)…(mas sudah buat komposisi ‘lebar’ dan ‘megah’ liwat bebunyian B3 yg mistis..padahal jaman itu lho!)Saya bisa rasakan dark ambient dan vibe yang penuh dengan positive struggle (lagu ini juga nyaris tiap hari {pagi} saya putar utk istri, ibunda dan keluarga saya di rumah)…Saya seakan terlempar lagi ke 1975 (kaset) dan 1989 (klip, di TVRI; kalian dan keluarga sendiri yg jadi modelnya di scene yg full sephia, swear…incredible!) Itu eternal-love anthem buat para rocker (kepada keluarganya)’kan mas?(termasuk saya hahaha!)
    Saya rasa itu bak kind of ‘Spiritual Song’ yg memositifkan ‘kehidupan’ (ndilalah kelak mas buat kompisisi rock keras nan liris 13 tahun kemudian dgn judul ‘kehidupan’..ini benang merah lho pak!)
    Versi revisi sampeyan???wow! i’m speechless,man!! gak tau deh saya gmana komentarin the masterpiece yg nyaris paripurna gitu thus diinterpretasi lagi…..itu mungkin sudah masuk ke ‘real spiritual ambient’ mas…! ( maaf, saya ndak maksud berlebihan, tapi itu semua yg saya rasakan sejak pertama kali dengar HUMA…) Phiuh…!

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara