Perubahan..?

berubah

Selamat menyongsong tahun baru semoga tahun depan segala sesuatunya berubah menjadi lebih baik .

Pergantian tahun dijadikan moment penting bagi hampir semua orang untuk mengawali serta menandai sebuah harapan baru , agar hidup menjadi lebih menyenangkan dari sebelumnya . Padahal ‘tahun di kalender’ hanyalah teori bagi hitungan berjalannya waktu yang ditandai lewat berbagai versi , seperti  tahun Muharam ataupun hitungan tahun Masehi .

Orang teramat berharap hingga berpotensi larut dalam berbagai acara ritual untuk menghormati datangnya ‘sebuah tanda baru’ bagi hitungan angka yang anyar tersebut .  Dan ketika tahun yang disebut baru tersebut tak menghadirkan kenyataan yang dikehendaki , maka dengan mudah orang mengatakan bahwa tahun lalu adalah tahun yang “berat” dsb. Demikian pula dengan yang terjadi andaikata ‘sebaliknya’ .

Ketika mindset dalam sebuah masyarakat berpikir seragam / serupa , maka terjadilah kenyataan apa dibayangkan oleh mereka sebelumnya . Semakin “bergantunglah” pula masyarakat tersebut pada sebuah hitungan numeric yang bisa saja berujud tanggal kelahiran / tanggal penanda pergantian tahun , serta tanda-tanda apa saja yang dianggap layak di-ritualkan .

Sudahkah’ perilaku’ kita sendiri berubah , mungkinkah “perubahan’ terwujud tanpa merubah perilaku yang ‘salah’ . Benarkah saya ‘salah’…? atau sudah benarkah perilaku saya selama ini..?

Bukankah akal sehat selalu berkata : Perubahan akan terjadi sesuai harapan , andaikata kita mampu mempersempit ruang pertanyaan tersebut dalam diri sendiri , dan menjadikannya sebuah motto dalam bersikap untuk menjalani kehidupan .

Selamat berubah….semoga tidak menjadi “bunglon” .

salam perubahan.

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

12 Responses to “ Perubahan..? ”

  1. Perubahan atau ‘perlu-bahan’yo massss….kelihatannya perlu bahan untuk merubah perubahan ,,*poesing.com*

  2. KALO ‘NGAMERIKA MUNGKIN ada harapan (konon), si OBAMA kuwi,lho!
    LHA, KALO AWAKE DEWEK ?? YA, O…SAMA AJA!!!!

    Wakwaow!!!!!!! ( EH..KALO DI AMERIKA..BINGO…! DI SINI
    BINGONG….!?!?!)

  3. Mas Ragazyga , sampeyan ini oke juga lho.., ngayogjan tho..? apa nyuroboyonan ?

  4. Hahaha…Mas jock! lha ngaten..Ibu lahir nang Malang gede nang Solo…Kaoeman , Ayah dari Cerbon besar di Solo dan Yogya ( aja’ klalen si’..)..na,Saye ‘ndiri lair di Jakarte mmm..istri saya wong P’lembang asli,wong kito galo!..hohoho makin ruwet tho?

    Pokok’e:…Indonesia..Indonesia… hahaha!
    (btw,kalo mas Jock bikin Rock Opera lagi, n’ butuh drummer, kontak saya ok??? Hahahahaha! )

  5. Sungguh-sungguh terjadi.
    Saya tulis demikian bukan apa-apa, itu semata karena saya ingat koran kedaulatan rakyat di yogya yang punya rubrik khusus sungguh-sungguh terjadi.
    Katanya takwa. Nah, kalau ini ada kesungguhan kejadiannya.
    Ceritanya begini:
    Terhitung sejak 1 Desember 2008, sampai malam ini minggu 18 Januari 2009 saya nongkrong berlama-lama di komputer tanpa kenal hari, jam dan waktu. Pokoknya selama mata kuat melek, saya tongkrongi komputer. Nongkrong di komputer itu memang kebiasaan harian saya. Tapi kali ini agak spesial karena saya sedang fokus nulis novel, yang pada malam jumat kliwon beberapa minggu lalu saya putuskan berjudul Eunema Elihs.(kalau mau tahu cari sendiri ke dukun google jenis makhluk apakah ini). Novel saya itu tentang kisah dunia pesantren, dunia lama saya, yang menyenangkan dan sekaligus menyebalkan. Sama seperti dunia Anda semua. Pasti ada yang menyenangkan dan sebaliknya. Dari 1 desember-18 januari itu kalau dihitung berarti 49 hari. Biasanya malam hari saya nulis sehabis magrib, sampai lupa waktu. Kadang Cuma tahan jam 2 malam, lalu nonton sepakbola, kadang pula sampai subuh. Jam 6 pagi tidur, lalu bangun jam 12 siang, atau jam 1nya. Istirahat sebentar nulis lagi sampai magrib. Begitulah seterusnya. Bukan tenaga yang capek, tapi pikiran. Edan tenan. Nulis untuk satu bahasan tema dengan setting panjang, plus imajinasi panjang sangat melelahkan. Stres itu pasti. Kalau sudah stres? Ya saya minggat keluar. Menyeruak ke tengah kota bandung, sekedar cari angin. Sejam dua jam lalu pulang, bawa buku, istilah penulis pemula, cari inspirasi dari karya orang lain. Tapi buku tak membuat cukup obat stres. Selera rokok saya tiba-tiba berubah. Kepinginannya aneh-aneh. Kalau biasanya saya suka merokok classmild sekarang rasanya gak enak. Gonta-ganti rokok lain. Pokokmen waton ngebul. La ndilalah kalau begitu. Saya jadi agak irit. Ternyata rokok murahan juga enak. Sayang di bandung tak ada rokok Togog seperti yang sering dirokok tetangga saya di Temanggung sono. Wah, kalau ada rokok togog pasti novelnya tambah seru kali ye….Klembak menyan.

  6. Mas jocky, berhubung tulisan panjang dan tak bisa dimuat di sini, alias tidak selesai. Maka saya pasang saja di blog saya http://faizmanshur.wordpress.com

    Nuwun sewu

  7. maturnuwun juga mas , saya sudah mampir dan membacanya :)
    Blog ini , tulisan2 saya disini , pilihan2 kalimat saya disini adalah ‘saya’ dengan segala kekurangannya mas ..

    mohon maklum dan maaf yang sebesarnya bila dianggap kurang nyaman buat dibaca ,

    salam.

  8. Matur nuwun kembali responnya. Ini ada info menarik dari sang Adonis.
    Progresif wis….
    http://salihara.org/

  9. perubahan setelah perubahan itu post-evolu’si'(juga).
    perubahan dengan progresi namanya evolu’si’ progresif
    mudah-mudahan kita tak perlu lagi mengalami revolu’si’
    asalkan pemimpin juga tidak terjebak ke lembah involu’si’
    ntar kita baal milih sapa ‘si’..?

    ( duuh..saya koq jadi vusiii…ng ya..?)

  10. hehehe..maturnuwun mas , sudah membuat saya tersenyum geli..*ini juga termasuk ibadah lho ya..*

  11. AMIIIIIINNN YRA… sampeyan juga mas, wis berkarya puluhan tahun…dan membuat saya full-inspired kalo nge-rock kuwi juga ora mesti ngawur-wur, ngurakan lan rusuh…sejak HUMA sampai EVOLUSI…iku podo ibadahe…semoga diparingi sehat kalian berkah karo ALLAH SWT sakaluwargo…

  12. amien..amien..suwun

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara