Menjadi ‘Alat’

tools1
Manusia diciptakan untuk ‘berkembang biak’ , tentu dengan satu dan maksud tujuan oleh Sang Maha Penciptanya, agar satu dengan yang lainnya bisa saling “mengisi” , “melengkapi” , dan akhirnya berguna bagi kepentingan hidup bersama.

Domain / wilayah yang tertinggi bagi ‘kepentingan hidup bersama’ adalah terwujudnya keadilan yang menciptakan kesejahteraan bagi semua orang. Selanjutnya untuk bisa mencapai tingkat wilayah tertinggi dan teratas tersebut dibutuhkan kelengkapan berbagai disiplin/domain profesi yang independen namun saling interdependen antar satu dan yang lainnya.

Saya mem”bahasakan” peng-katagorian tersebut menjadi 2 (dua) unsur kelengkapan yang saling menopang dan terkait .

Wilayah tertinggi tersebut adalah Domain Kebudayaan (“olah pikir”) yang selanjutnya bila kita merunut kebawah, maka akan tampak berbagai tuntutan yang disebut Domain Profesi beserta pelaku-pelaku yang profesional di bidangnya masing-masing. Disanalah akhirnya kita menyadari , bahwa kita semua ini adalah “ALAT” bagi kelengkapan-kelengkapan yang dibutuhkan secara global tersebut .

Pertanyaan bagi kondisi kehidupan kita semua di hari ini : “Dimanakah posisi saya sebagai ‘alat’ yang diperlukan bagi terciptanya kondisi yang diharapkan, lalu seperti apakah ‘fungsi’ saya sebagai alat yang diperlukan diatas.

Satu lagi pertanyaan yang paling penting diatas segala pertanyaan-pertanyaan yang akan muncul berikutnya.

Seperti apakah strategi / gran design [sistem] yang diterapkan untuk bisa mencapai hasil dari wilayah tertinggi diatas , dan siapakah yang berhak / berwenang merancang design tersebut ?

Golongan kah.. atau Partai politik kah..atau secara Perorangan kah..(otoritas kekuasaan raja/otoritarian misalnya)

Mari…silahkan merenung masing-masing , semoga membantu diri kita sendiri untuk menemukan ruang dimana kita secara pribadi-pribadi bisa menjadi alat yang tepat dan berguna di wilayah kita masing-masing.

Hindari segala kemungkinan yang bisa me-label-kan kita sebagai petualang atau orang yang sekedar numpang hidup didunia .

salam.

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

3 Responses to “ Menjadi ‘Alat’ ”

  1. Tfs,problem dasar untuk jadi manusia Indonesia seutuhnya

  2. Salam semua !!, ada perkataan banyak bagian tapi satu tubuh, atau mas jok istilahkan “alat”, Manurut saya apapun kita dari presiden sampai tukang sampah, (terlebih seniman !?) hisa menjadi “alat” atau berkat bagi semuanya, bagi lingkungan kita. Nahh tinggal gimana kitanya , skg jangan terlalu tunggu dari “atas” (pemerintah). Do it !! nah sekarang diplesetkan asal ada duit (uang)///. eh mass Jok dulu kayaknya pernah manggung di Salatiga ya bareng Swami, Pas hujan hujan, qbordnya basah nggak tuh??….. Numwon.

  3. hehe..bener mas qbord saya langsung korsleting alias nge-jam :)
    Kalau nggak salah sehari kemudian saya juga langsung minta di kerokin (*masuk angin*)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara