Poly-tikus

rat
Desa Grudugan

Syahdan ada sebuah kampung dinegeri bawah angin yang sering dijuluki sebagai desa grudugan. Desa grudugan adalah istilah bagi penduduk masyarakatnya yang senang bekerja sama hanya bila datang musibah seperti banjir atau kebakaran. Sesuai dengan istilahnya maka grudukan adalah analogi dari kerja sama secara serabutan yang jauh dari koordinasi pengelola / penata masyarakat, seperti rt/rw atau bahkan camat maupun lurahnya.

Secara kurang beruntung koq kebetulan desa tersebut tergolong langganan untuk kasus musibah dan sejenisnya, lha..tambah ‘apes’nya koq kebetulan si joni (kembaran saya) pun terdaftar sebagai salah satu penghuninya, fuihh..

Konon ditengah berbagai musibah lain yang tak kunjung beres diatasi, saat ini penduduk kampung grudugan sepakat untuk membasmi hama tikus sebagai skala prioritas. Hama tikus memang menjengkelkan, selain merusak lumbung dan sawah ladang, tikuspun wajahnya hanya lucu dan menarik bila dilihat didalam film kartun seperti micky mouse. Namun kelakuannya sungguh hanya menghibur bagi hati yang lugu .

Tikus-tikus nggak lucu desa tersebut , saat ini bukan lagi hanya merongrong tanaman padi dan sejenisnya. Namun sudah beradaptasi dengan lingkungan setempat hingga pintar berpidato dan berceramah di mimbar-mimbar radio / televisi / masjid-masjid / gereja-gereja / dan berbagai tempat ritual agama lainnya.

Tikus-tikus tersebut sudah ber-metamorfosis dari wujud aslinya.. tidak lagi seperti layaknya micky mouse yang mudah dikenali.Dia sudah tampil layaknya bintang film / tokoh idola / wajah nan rupawan layaknya pujaan hati dikala hati menderita karena asmara. Ohh…peri cinta.

Kembali pada kebiasaan masyarakat kampung grudugan diatas yang suka bergerombol dan bekerja secara serabutan.

Kini semua orang memegang kampak dan tombaknya masing-masing sambil bersungut geram menjelajahi setiap jengkal langkah, melotot marah seperti drakula sedang kehausan darah. Mereka masuk kesemua pekarangan rumah orang lain tanpa permisi / basa-basi, mengobrak-abrik lumbung tetangga antar satu sama lainnya sambil berteriak-teriak mengundang kebisingan.

Padahal seperti saya katakan diatas, tikus-tikus sialan tersebut sudah terlatih dan pandai serta menjelma ke wujud barunya…menjadi seperti manusia. Ah… apakah ini namanya evolusi..?, hmm…si joni teringat baru saja membuat album musik Evolusi.

Sekejap dia bergegas menatap kaca di kamar mandi, cermati sekujur tubuh yang telanjang dari atas hingga mendekat kebawah…. hm..ada yang mirip. Itukah kamu yang menempel disana tikus..? , gumamnya dalam hati.

Desa Grudugan dipenuhi dengan masyarakat gerombolan. Mengakibatkan si joni hampir-hampir saja memangkas ‘tikus’ nya sendiri….fuiihh!

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

6 Responses to “ Poly-tikus ”

  1. “penduduk masyarakatnya yang senang bekerja sama hanya bila datang musibah seperti banjir atau kebakaran”

    wah kalau susah baru gotong royong kalau senang sendiri2 ya bung???
    Ini kelanjutan anti poly-tikus busuk ya? Lalu yang fresh yang seperti apa???

    tabik

  2. Konon, dahulu masyarakat desa grudugan sih enggak seperti itu kelakuannya . Entah ‘setan’ apa yang dateng…hehe..koq sekarang semuanya jadi ber-evolusi nyaris serupa.

    Soal poly-tikus busuk yang fresh ya yang masih berumur 3 bulan mas.., masih suka ngompol dan ‘pup’ di celana :)

  3. dasa poly-cecurut…..lewat aja bikin bau….

  4. kalo single-cerurut …mudah mengatasinya ya mas? semprot baygon aja, selesai.. (eh…baygon itu obat sakit perut ya..hihi)

  5. poli’tikus’ = poli’sikut’

    panggil kucing garong
    suruh kejar tikus got

    meeeeeoooongg!!!

    (dari negerinya tom and jerry)
    PS; trus siapa spike-nya ( bulldog,man…kita butuh bulldog untuk ngejar tom yang juga korupsi, tapi namanya ganti jadi
    politi..pusssssssssss……meeonnnnnnnggg!!!)

  6. hehehe..

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara