Heran-Heran-terus-Terheran-heran

‘Heran’ adalah wujud kalimat yang muncul ketika sebuah pertanyaan belum menemukan jawaban.
‘Heran terus’ adalah representasi dari orang yang selalu kebingungan.
‘Terheran-heran’ adalah ekspresi dari kebingungan ‘kronis’ yang dilandasi oleh berbagai ketidak-tahuan yang fatal/akut .
Betulkah.demikian..? ini adalah opini .. tentu adalah hak saya secara pribadi untuk berpendapat. Soal apakah nanti subyektivitas argumentasinya bisa dipatahkan, tentu itu soal yang lain lagi .
Karakter orang Indonesia jaman sekarang sepertinya muncul dari berbagai kebingungan ‘kronis’ yang kemudian menjelma menjadi perilaku yang tampak ‘hyperactive’. Sangking bingungnya maka paradigma perilakunya tampak menjadi luar biasa sibuknya . Bagaikan pelari kencang yang berhasrat tinggi berpacu balapan ditempat. Bagaimana bisa tidak disebut demikian..? bila balapannya hanya dilapangan sendirian .
Bila baru sampai pada tahap ‘heran’ , maka kelompok manusia cermat tentu akan segera mengolah diri agar memperoleh jawabannya , baik jawaban secara normatif maupun jawaban yang implementable di alam kenyataan.
Ketika ‘heran terus’ , maka itu sudah berupa sinyal seperti lampu kuning traffic light di perempatan jalan. Dia harus segera disikapi dengan waspada serta hati-hati. Sebab orang bingung yang keterusan segera akan masuk dalam fase berubah menjadi linglung ‘kepinteran’ .
Terheran-heran.., ini yang paling menyedihkan… ‘arggh…’ , matek aku

















heran… heran… dan heran…
itu pertanyaan yang belum ada jawaban…
ternyata kita mesti kejalan…
robohkan setan yang berdiri mengangkang…
ho o ya o ya bongkar…!
ho o ya o ya bongkar…!
ayolah mas, kita bongkar!, udh kelamaan nih kita hanya terheran-heran…
hihihi.. yuk bongkar..bongkar dipan, banyak kutunya tuh mas..
jelas saja heran
wong ‘he’ always ‘ran’
jadi ndak pernah ketemu
setiap ‘he’ diajak dialog untuk berkomitmen baik-baik
selalu ‘ran’ kemana-mana ada yang sakit, ke luar negeri, atau pun ngumpet rumah di bini muda
‘he’ yang itu pergi…’he’ yang ini bilang nanti dulu, ‘he’ yang itu ah… ( ‘she’ juga ada…mulai ada dan mengada…trus mengada-ada)
‘he’ yang satunya malah gawat:
‘hehehehehe’ …eee dia malah ketawa-tawa
udah sableng kali….!
Mungkin harus segera dibuat TNI divisi Wiro Sableng untuk nembakin yang sableng2 itu..
maaf interupsi,…ada berita duka..
telah berpulang komponis, budayawan, seniman Sapto Rahardjo , kemarin jumat 27 feb. 09, Kita bangsa Indonesia telah kehilangan sosok seniman yang konsisten pada jalur musiknya. Semoga rahayu jiwanya dan kekuatan bahi keluarga yang di tinggalkan. dan bagi kita yang masih berkutat di dunia ini bisa menjadi cermin, sosok untuk terus berjuang…..amin
salam
Turut berduka cita atas meninggal dunia nya Mas Sapto Rahardjo , semoga arwahnya diterima disisi Tuhan YME. Serta keluarga yang ditingalkan diberikan ketabahan, Amien .
jsop.
mas jock…jaga kesehatan sampeyan!
Soalnya presiden berikutnya minta dibuatin album juga… HUAHAHAHAHA!!!
hehe…album apa nih , album foto saya nggak bisa .
Jaga kesehatan anda juga