Nggak’de matinye’

evil

Ketika rantai belenggu … karatan dan putus.
Ketika pagar kawat berduri … bisa disingkirkan.
Ketika tirani kekuasaan roboh , digilas peradaban susulan.

Kemudian kekosongan mencekam ruang
Kemudian ketakutan mengancam dibalik gelap
Kemudian waspada menjelma menjadi curiga

Kemudian radio membawa dongeng2 mimpi dari negeri seberang
Kemudian tehnologi dirasa menjawab berbagai kegelisahan
Kemudian kebebasan menjadi ‘ratu-adil’ bagi pilihan jawaban

Ketika kesejahteraan dipahami sekedar urusan perut dan keinginan
Ketika materi menjadi berhala yang di per-tuan agungkan
Ketika kualitas otak disamakan dengan kuantitas jumlah kerumunan

Kemudian pembenaran tak lagi berpihak pada etika sejarah peradaban
Kemudian budaya perilaku tak lagi peduli pada “nilai” dan azas kepatutan
Kemudian kebodohan tampil ‘sok’ , congkak penuh kesombongan

Ketika para pemimpin turut dalam barisan ‘badut’ di jalanan
Ketika semangat egalitarian dipahami boleh tampil ber-‘cangcut’ di lapangan
Ketika ‘wibawa’ dianggap kuno dan hanya untuk ditertawakan

Kemudian potret leluhur terasa meludahi wajah hari ini
Kemudian deru badai membawa pesan amarah dan kecewa
Kemudian kelahiran bayi-bayi cacat dianggap sebagai penyakit jaman

Diatas mimbar dia masih bisa pidato….tidak ada apa-apa., wahai kaumku
Diatas meja dia masih berkhotbah….semuanya baik-baik saja.., wahai pengikutku
Diatas batok kepalanya dia berbisik….lihatlah caraku berdiri menginjak bumi..,

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

15 Responses to “ Nggak’de matinye’ ”

  1. Ketika semangat “ke-nusantara-am” terkoyak lagi
    Ketika hukum2 adat dipersoalkan kembali
    Ketika tak lahir ‘Soekarno’ muda lagi

    Berbondong datang petualang ekonomi
    Berbondong datang petualang politik
    Berbondong datang petualang budaya

    Mereka jauh dari Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
    Mereka tak melahirkan tatanan berperi-kehidupan selain sekedar kecanduan bermain-main kekuasaan.
    Mereka tak mewarisi budi luhur perilaku suku-suku bangsanya.

    Mereka memang seharusnya dibasmi..semenjak dahulu

  2. kalo ada award khusus buat politik dan pemerintahan dunia,
    ( mungkin namanya ‘GREEDY AWARD’ )
    negeri ini dengan para politisi dan prestasinya pasti sudah berturut-turut memenangkan kategori lifetime achievement award
    ( penghargaan untuk pengabdian seumur hidup )

    and the ‘GREEDY GOES’ TO………………………….!!!!

  3. mas, kayanya dari jaman majapahit sampe sekarang sama aja deh yang namanya kekuasaan itu 1hal yang menyilaukan….

    Kalo mas yock pernah jadi penguasa di blantika musik di negeri ini, 1 hal yang dicari? apa 1 kebetulan? ato 1 hasil kerja keras??? Hehehe….

  4. RAGAZYGA said:and the ‘GREEDY GOES’ TO………………………….!!!!

    –> paklik dheweee..

  5. deddy said: Kalo mas yock pernah jadi penguasa di blantika musik di negeri ini, 1 hal yang dicari? apa 1 kebetulan? ato 1 hasil kerja keras??? Hehehe….

    –> saya nggak pernah jadi penguasa sih mas…, jadi nggak tau rasanya seperti apa . Yang pasti….istrinya cuman satu . (selir? jangan ditanya..wong belum pernah berkuasa koq)

  6. berkuasa itu enak
    tapi sudah jelas hukumnya bagi penguasa nan lalim dan zalim
    termalukan dan jatuh di dunia
    ternistakan dan neraka di akhirat

    so, WANTED: Penguasa yang alim nan salim
    Menentramkan, berilmu, dan amanah
    tentu action yang bajik dan bijak
    arif dan wira

    masyarakat tenang,
    pemerintah senang
    barang antik saya laku keras,
    kaos metal saya ludes tuntas
    ( lho..koq ? )

  7. jualan kaos metal boleh koq mas..daripada mental2 nungging2 nggak juntrungan di panggung.

  8. Hahahahahaha!!!!!!!!! btw kemaren EVOLUSI ono kaose ra pak’e?

  9. ono mas , nanging setithik thok

  10. iji wonten pak?

  11. wah..mangke’ tak tanglet rumiyen kaleh bojo kulo nggeh…taseh wonten menopo mboten..

  12. matur nuwun sanget lho pak’e…
    ( jadi inget sebelas tahun lalu di Sastra UI, sampeyan maen sama kantata di acara saya –LENGSER 21–, ‘bar main sampeyan karo kantata kan langsung di’evakuasi’ ke artist room, lalu sbg ucapan ‘thank you’ kami pun menghadiahkan kalian souvenir yaitu kaos2 reformasi yg sangat limited {ada dua versi:kaos putih tulisan hitam atau kaos putih tulisan ungu}, kebetulan saya sendiri yg membagikannya ke para personil kantata…mas iwan hitam,mas jabo ungun,mas donny hitam,dodkat hitam, mastok ungu,mas djod ungu,masSri hitam/ungu, mas wil hitam dll..pokoke acak…eee kebetulan sampeyan ‘dapet’ yang ungu…gak mecing dwooong…!hehehe… trus sampeyan ndeketin saya sambil bilang, “minta yang item…..” kontan saya bilang ke anak2 ” woi, kantata jangan dikasih ungu, item smua!!!!'” hehehe…e sampeyan nyolek saya n bilang…”boleh…ndak?…boleh…?” kayak gak yakin dan mungkin ngerasa ngerepotin panitia…terang aja saya jawab “oh,thats ok mas jock…! anything…!” Gimana gak OK, wong kantata malam itu main 2,5 jam blas tanpa dibayar alias gratis plus masih nyumbang ini-itu dari kantong mereka masing2…dan kami bisanya cuma ngasih kaos…hehehe…thanks again mas Jock and The Kantatas !!!! ALLAH BLESS YOU)

  13. wah… saya inget tuh mas , kejadian dan saat2 main unplugged di lingkaran diskusi kecil semen itu..hehehe , bahkan saat dibagiin kaos dlsb. SAmpeyan yang mana ya..? wah..lali aku mas ..wes tuwek :)

    Terimakasih ah..ternyata kita dipertemukan lagi di sini , jauh setelah reformasi yang digembar-gemborkan dulu kita teriakkan bersama-sama .

  14. Gondrong(satu2nya)pake kaos hitam+bermuda hitam, saya
    nge-LOin kantata n’ jadi opening act-nya kalian..weleh2 dapet drumsetnya masSri…yo wis ta’ gebukin aja tuh barang keramatnya si mas!!!(kapan lagi ada kesempatan nyicipin propertinya kantata..hehehe!)eee…pas lagu kedua/ketiga masSri nongol di wing kiri mantengin saya…(batine de’e mungkin ngene: weleh2…ono dursosono nangkring nang ‘mbecak’ku,oancur tenenan drumku sisan iki!!..piye ki..jaaaaannnn mahasiswa….!). Akustikan 10.000watt!!!! kata mas Oni sih emang ceban! Dan ini tanggapan dekanat waktu tau kalian set-up sampe 10rb:”Haaaah?!Akustikan kantata,watt-nya ceban?!Kalian mau ngebom kampus??!”Saya n bbrp tmn dipanggil ke ruang dekan pagi itu,ketemu wk.dekan,n berkat lobi setan (ini jd jargon sampe skrg utk lobi supergila thd birokrat kampus)kami…ujung2nya mas Anto (wk dekan) malah mo datang malamnya utk ketemu kalian hehe..ngefans juga dia..dan sekalian titip salam utk mas Wil dari sobat lamanya yg juga dekan: eyang Joko Dam(Sapardi Djoko). Accoustic nite kalian malam itu masih terus hangat dan membekas dan jadi tademark sastra UI (kami menyebutnya LENGSER 21…tgl 21 pas Pak Harto resign)n jadi bahan obrolan abadi di kantin, kelas, bahkan jadi contoh: bahwa seniman,aparat dan rakyat,mahasiswa bisa sangat harmonis dalam sebuah kerjasama budaya. Dengan penonton yg l.k nyaris 1000 orang (nontonnya gantian…),pengamanan dadakan,dan dana NOL, tapi swear!: MALAM ITU TIDAK ADA KERUSUHAN SAMASEKALI.

  15. wah.. lama saya mikir..coba inget2…nggak ketemu mas..hehehehe.
    Mungkin udah terlalu banyak distorsi yang sliweran dikepala . Tapi kalau kita ketemu mudah2an bisa connected lagi..

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara