Mengejar Keletihan

knil
Satu muslihat dan siasat yang terbukti tepat guna untuk mengendalikan karakter orang Indonesia dengan relatif sangat mudah.

Sesuai dengan karakter ‘warisan’ yang terbiasa diperintah atau menunggu perintah atau cenderung senang bermalas-malasan serta mengambil jalan pintas di setiap kondisi yang memungkinkan , maka ciri-ciri orang Indonesia yang paling mudah dikenali adalah lewat sifat yang selalu tergopoh-gopoh dan grasa-grusu setiap berhadapan dengan problem/masalah di kehidupannya .

Sudah banyak tokoh-tokoh Nasional yang berguguran , yang selama hidupnya sudah berusaha dengan keras untuk menjungkir-balikkan kembali kondisi tersebut agar bangsa ini bisa segera mampu berdiri tegak membenahi dirinya sendiri.

Namun apa lacur..?

Di sektor kebangsaan…begitu banyak waktu yang tersedia , yang untuk seyogyanya bisa dimanfaatkan bagi konsolodasinya seluruh elemen tokoh-tokoh terkemuka masyarakat , agar persoalan yang menyangkut kepentingan Ber-Kebangsaan bisa mulai diatasi dengan segera. Satu demi satu , selangkah demi selangkah urusan-urusan yang mendasar yang terkait dan menyangkut urusan Hukum-Adat Hukum-Agama Hingga Hukum-Negara ..seharusnya sudah tuntas dari semenjak dulu.

Namun, waktu yang begitu banyak dan luang tersebut…entah sengaja ataupun tidak sengaja selalu dimanfaatkan oleh kelompok yang tak “ter-identifikasi” SAMAR dan sulit terditeksi kasat mata , lalu selalu saja mampu mengalihkan perhatian masyarakatnya lewat issue-issue yang lebih aktual berjangka pendek , dibanding dengan kepentingan yang substantial diatas.

Dan ketika waktu sudah semakin tipis , menjelang habis…dan ketika masyarakatnya resah menuntut pembenahan sistem agar lebih baik…., maka merekapun selalu sudah siap dengan berbagai jawaban-jawaban yang bahkan “Belum Sempat Ditanyakan” .

Mengapa bisa demikian..? ya..sebab mereka memang sudah mempersiapkan segala-galanya .

Kita bertanya soal demokrasi dalam konstitusi ? merekapun menyambutnya dengan baik , sambil menunjukkan tanggung jawab sebagai abdi Negara yang mengelola Pemerintahanan . Lalu bila satu ketika ditemukan ‘ruang hampa’ yang harus dibenahi , merekapun selalu siap menyambutnya dan melakukan renovasi-renovasi yang dibutuhkan dengan cara yang sigap.

Tetapi sadarkah kita semua..? bahwa ketika ada ‘dorongan-kehendak’ untuk melakukan reformasi-reformasi tersebut…? berapa banyak tingkat kesulitan yang tidak bisa diatasi dalam waktu yang singkat . Berapa banyak konsekwensi-konsekwensi yang akan dikorbankan karena tidak tersedianya waktu yang diperlukan bagi berjalannya proses yang dibutuhkan .

Akhirnya……semua orang dipaksa menjadi letih sebelum pergi berangkat ke ‘medan perang’, pasrah pada pilihan-pilihan sama yang tak pernah berubah.., yakni : “Menyiasati keadaan” . Menyiasati keadaan adalah konsep “crash program” , dia hanya berlangsung untuk mengatasi keadaan dalam kurun waktu sesingkat-singkatnya dan berfungsi dalam hitungan hari/bulan yang juga sependek-pendeknya.

Begitulah strategi yang jitu untuk menaklukkan bangsa Indonesia , lalu kapan dan bagaimana serta siapakah yang mampu membangunkan orang-orang dengan segera agar bisa bekerja , merancang sebuah konsep ber-Negara dalam jangka panjang yang dibutuhkan secara bersama.? Tentu saja sandaran kita adalah pada kaum “Generasi-Muda” nya . Siapa lagi..?

Tetapi sekali lagi kita bertanya..generasi muda yang manakah gerangan itu..? adakah mereka yang juga sudah terpolarisasi oleh keadaan yang seperti sekarang dan selama ini , bisa diharapkan ? Kita semua pasti malas untuk diajak berpikir skeptis apalagi apatis..jelas tak berguna , walau untuk menjawabnya pun kita juga tidak bisa .

Pasti ada…namun entah kapan dan generasi yang mana .. capek deh!

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

8 Responses to “ Mengejar Keletihan ”

  1. Bang, tulisan ini membangunkan lamunan panjang
    terimakasih dan salam damai

  2. Sudah lama ketiduran semua ya BUNG!
    HAYOO..BANGUNNN BANGUNNNN..!!!!!

  3. Bapak2 bangsa juga telah sepenuhnya menyadari kondisi rakyat negeri ini, sehingga WR Supatman menulis kata2 :
    …………………..
    Bangunlah djiwanya-bangunlah badannya
    …………………..

  4. wah.. sekarang salam damai ya mbak… sipppp

  5. gozalli , whoooii…saya masih bangun lho mas…malah blom tidur2 nih.. [nyari setoran]

  6. mas Indrayana , piye kabare’ dah lama nggak kedengeran…pasti lagi “hmmm…” indehoy2an ya…

  7. om jockie saya pengagum om dan god bless sejak saya smp pada 1987. salam kenal dari medan om.

  8. om jockie. saya pengagum om dan god bless sejak saya smp pada 1988. salam kenal dari medan om.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara