Kugeram gelisah

geram

Betapa naifnya..
merekam penderitaan orang-orang dari balik kaca jendela , di ruang-ruang ber ac.
Menghimpun mewahnya kesedihan hingga bandang air mata membanjiri pipi kanan dan kiri.

Mulutku berbusa menyebut ratusan kali nama-Mu Tuhan.
Jantungku berdetak keras tunduk pada perintah otak yang melodramatik.
Sementara jari tangan masih saja menggaruk-garuk sesuatu yang terasa gatal diantara dua celah selangkangan kaki.

Sungguh tidaklah sesederhana itu menjalani hidup , nyatanya..
Bukan soal mampu bukan pula soal tak berdaya
Tapi lebih pada soal kesempatan, kesempatan yang tidak semua orang memperolehnya.
Dan kesempatan yang acapkali adalah wujud dari tipu muslihat yang menyesatkan.

Dimana Kau sembunyikan kacamata ajaib itu Tuhan.
Agar jernih sudut pandang menatap kedepan.
Dimana kau letakkan belati tajam itu Tuhan.
Agar bisa kurobek jantungku bila ia membungkam mata hati.

Aku ingin hidup…..lebih lama lagi.

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

One Response to “ Kugeram gelisah ”

  1. [……….] Komentar saya terpaksa saya ‘simpan’ untuk kepentingan dokumentasi saya sendiri . Pertimbangan saya adalah agar tidak terkesan tendensius dan sempit dalam memahami paradigma politik di negeri ini .

    Komentar saya hanya untuk saya gunakan bagi kepentingan saya pribadi , bahwa saya harus tetap kritis pada hal2 yang bertentangan dengan bisikan hati nurani.

    Tak peduli dia kawan , kerabat bahkan saudara kandung . Ketika mereka menyakiti sesama maka sayapun merasa wajib bersuara sebatas kemampuan dan diwilayah azasi yang saya miliki , salam

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara