Butuh Identitas

identitas

Ketika itu saya dihadapkan pada kondisi yang sulit. Pemilihan Jabatan pengurus desa yang lepas dari incaran target profesi , membuat saya terhempas masuk kedalam kelompok masyarakat yang “tak bernama” , “tak berwajah” dan hanya memiliki nomer seri kartu tanda penduduk , sebagai tanda sah sudah menjadi warga negara.

Kelompok tersebut adalah kelompok ekonomi pas-pas’an cenderung lemah yang tak punya hak untuk bersaing ditataran ekonomi pedesaan apalagi sampai perkotaan. Kami hanya punya kesempatan untuk menerima luberan rejeki dari mereka yang perutnya sudah penuh sesak kekenyangan. Itupun jumlahnya semakin lama juga semakin bertambah kecil atau bertambah sedikit. Konon orang-orang yang dulu kekenyangan itu …kini berangsur-angsur juga sudah mulai merasa sering kelaparan juga.

Datanglah juru penerang yang mengajarkan pada kami , jaman membutuhkan kecerdasan untuk mengelola strategi hidup yang disebut ilmu management , setiap orang bisa meraih kesempatannya masing-masing tanpa tergantung oleh pihak-pihak lainnya. Intinya mereka mengajarkan kami agar hidup bisa mandiri berdiri diatas kaki sendiri . Wah..sampai disini cocok tenan iki.., pikirku.

Aku mulai dari hal-hal yang paling sederhana.., di sepetak halaman rumahku kutanami jagung serta umbi2an . Kusiangi dia setiap hari agar tumbuh subur dan berbuah makmur . Namun apa lacur , koperasi desa yang konon kabarnya ditugaskan untuk membantu management ekonomiku nyatanya tak punya daya apa-apa menghadapi tengkulak-tengkulak dari kota.

Sebal karena aku dianggap orang dari desa yang selalu identik dengan ‘ketinggalan kereta’ , maka kujual semua tanah ladangku didesa lalu hijrah kekota mengejar sebutan agar tidak lagi dikatagorikan orang yang selalu ketinggalan sepur. Hmm..untung tak bisa diraih malang tak bisa ditolak…Di kotapun aku dibenturkan pada problema yang sama…harus bersaing kuat-kuat’an modal dengan para tengkulak yang lebih menguasai pundi-pundi untuk membeli aturan negara.

Kios ku diujung jalan semakin sepi…, kalah oleh gemerlapnya kios tetangga yang mengumbar warna-warna. Aku berdagang segala keperluan sembako kebutuhan rumah tangga , sementara mereka berdagang handphone dan berbagai merek televisi serta radio. Aku heran , orang lebih suka bertukar-tukar handphone dibanding dengan membeli barang daganganku. Ohh..rupanya mereka pergi ke mall dan supermarket produk luar negeri untuk memenuhi kebutuhan makan keluarganya …. , management ekonomiku yang bergaya gotong-royong ala desa gagal percuma…

Sebelum aku ikut2an mengeluh “apa artinya ber-negara , kalau negara tak peduli pada rakyatnya…”, ah siapakah aku..[apakah aku juga bisa disebut rakyat?]
Kutengok sejenak kios tetangga…kuamati dengan cermat apa yang sering diperguncingkan disana.

“merek nokia bisa bla..bla..bla , merek motorolla bisa bli..bli..bli , merek terbaru beri-beri bisa whua..whua..whua dan seterusnya”

Ah…mungkin aku memang ketinggalan jaman…kubeli satu merek terbaru beriberi…lalu kutanyakan pada si penjual beriberi , bagaimana cara menggunakannya agar orang mau berhubungan denganku dan akhirnya mau membeli sesuatu dari kiosku. Ternyata jawabnya sangatlah sederhana : “sampeyan butuh gimmick supaya bisa menarik dan tampil beda” ujarnya .

Bagaimana caranya membeli gimmick? , tanyaku dengan bodohnya.
Lalu dijawab : belilah RBT untuk nada dering yang menyuarakan lagu-lagu para idola.
APa hubungannya..? , tanyaku mengejar…
Dijawab lagi: orang akan bisa mengenali identitas serta karakter sampeyan yang sedih dan menye-menye , semakin melodramatik semakin menarik , setelah itu mudah2an mereka bisa bersimpati dan berpaling pada anda , katanya .
Apa hubungan identitas karakterku yang lewat lagu , dengan barang2 daganganku..?
Sambil ngeloyor pergi dia menjawab: “ya..nggak ada hubungannya…tapi kalau mau eksis ya begitulah caranya tampil beda .” Sampeyan mau beli atau mau wawancara..? , teriaknya dari balik meja kasirnya…

Identitas ekonomiku , identitas pribadiku , identitas masyarakatku , identitas negeriku……..Aku terpekur jongkok di pinggir troroar ..”Oh..identitas…dimanakah kau berada selain di RBT ”

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

3 Responses to “ Butuh Identitas ”

  1. paSAlahnya seh sma Idetias rbt kan hAk asasi????
    orang yg biz mju jga kerna Usaha krs bKan enaK2n aj,mang da yg turn Grts dr langit

  2. repot repot…susyaaahh deh

  3. @putra petir , o..gitu ya mas…eh adik ya? kan tulisannya modis banget..pasti lebih muda dari umur saya kan? . Ok lah dik.. selamat menempuh hidup baru ya…semoga sukses selalu , salam

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara