Beda – agama?

agama

Artikel ini bukan untuk diperdebatkan namun untuk direnungkan secara masing-masing substansinya. Tulisan ini bicara tentang semakin menipisnya kesadaran setiap orang Indonesia untuk mau menghormati , menghargai dan berperilaku ‘baik’ sebagaimana paradigma lingkungan para pendahulu mengajarkan.

Ajaran agama , apapun nama dan bentuknya pada hakekatnya adalah “wahyu” yang diturunkan dari langit .. yang kemudian ditulis-dicatat dalam Kitab-Kitab suci masing-masing bukunya . Kitab-Kitab tersebut menjadi rujukan serta panduan bagi masyarakat setempat agar dihayati , dimaknai serta diimplementasikan secara lahir dan bathin . Tujuannya tentu tak lain dan tak bukan adalah terwujudnya komunal masyarakat yang beradab dalam artian luas menghormati hak-hak hidup sesama makhluk-makhluk ciptaan-Nya .

Proses pengajaran nilai-nilai agamis tersebut bisa kita klasifikasi sebagai sebuah proses bergulirnya suatu kebudayaan . Proses budaya yang kokoh dan berhasil mengayomi kesejahteraan hidup masyarakat setempat tersebut , kemudian dipahami sebagai Kultur yang sangat dihormati dan di-taati . Simplifikasi saya adalah bahwa masing-masing kultur tentu memiliki etika tata-nilai sesuai kebutuhannya sendiri , tentang mana yang baik dan mana yang secara spesifik harus dihindari. Pada titik tersebut … kita sudah memasuki ranah budaya (lokal) secara spesifik pula .

Inti dari Ajaran Agama itu pada hakekatnya sama dan tak ada yang berbeda , sejauh manusia meyakini bahwa Tuhan , Allah Yang Maha Esa adalah Satu dan tiada ada dua-nya.

Menjadi pertanyaan yang harus kita jawab , ketika orang taat menghormati ajaran agamanya secara intens (perilaku budaya) . Namun disisi yang berbeda mereka tak mengabaikan Kultur-budaya lokalnya sendiri , dimana ajaran agama yang mereka yakini berproses dan metamorfosis dengan cara yang sama.

salam.
jsop

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

5 Responses to “ Beda – agama? ”

  1. mas yock, pripun kabare mas? :D:D

    numpang comment ah..

    ada yang hanya mencintai secara buta apa yang tersurat dalam kitab sucinya {katanya sih cinta itu buta, padahal menurut saya cinta itu “tolol”:D), tanpa mencoba untuk menelusuri apa yang tersirat di dalamnya, yang sebenarnya disitulah letak kesejatian dari ajaran agama itu.. semoga kita mampu menelusuri keluhuran dan kesucian agama kita..apapun itu, serta memahami tujuan dr sebuah ajaran.. saya yakin tidak satupun agama yang mencoba mencelakakan atau mengadu domba manusia, karena saya percaya Tuhan tidak punya sifat mengadu domba umatnya…:)

    Wallahu’alam…:)

  2. makasih om.. aku jadi ikut melek juga…sekali lagi terimakasih!!! saloute to om jsop

  3. -Big Happy

    Begitulah semustinya ya mas.. hidup bukan untuk membaca sesuatu yang tersurat tanpa kemampuan memahami makna yang tersirat.

    Peradaban bergerak cepat kedepan , sementara mereka justru malah melorot jauh kebelakang .

  4. - romo

    sama-sama , terimakasih juga

  5. Ass wr wb,

    Mas, klo ada waktu tlg komentari lagu2 kami, semua tentang sosial & kritik sosial ( masih belajar ). Lagu-lagunya ada di : http://www.imeem.com/bintangandjeckmat

    Saran dari Mas Yockie sangat kami harapkan.

    Matur sembah nuwun Mas.

    Wassalam,
    Bintang

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara