Flow of Charts

flow

Hubungan antara kelompok saudagar dapat berjalan dengan baik andaikan tercipta kesepakatan2 yang bisa disebut kerjasama saling menguntungkan . Kesepakatan tersebut dibahas dalam berbagai pembicaraan secara lisan (gentlemen’s agreement) . Ketika kepentingan pihak-pihak yang ingin melakukan transaksi bisa dikatagorikan berkeadilan yang sama dan rata , maka lahirlah hukum formal yang tercipta untuk mengamankan transaksi berdasarkan paradigma kesepakatan para saudagar-saudagar diatas.

Hubungan antara masyarakat bangsa-bangsa bisa berjalan dengan baik , apabila masing-masing bangsa yang terkait tidak ada yang merasa dirugikan atau saling menekan satu sama lainnya. Baik itu masalah kultur maupun secara geografis wilayahnya. Solidaritas kebersamaan antar masyarakat bangsa-bangsa tersebut tidak bisa dipaksakan lewat peraturan-peraturan yang diterbitkan secara sepihak. Barulah kemudian lahir undang-undang dengan instrumen hukum-nya untuk melindungi dan mengawal kesepakatan-kesepakatan antar bangsa diatas.

Ada sebuah negeri yang berkeinginan meletakkan Hukum sebagai Panglima tertinggi yang harus dihormati . Hukum yang bersifat aturan-dropping dari atas yang harus dilaksanakan oleh segenap rakyatnya yang heterogen yang terdiri dari satuan bangsa-bangsa yang berbeda-beda . Hukum yang lahir dari tarik menarik kepentingan bangsa-bangsa yang belum tuntas selesai. Hukum yang juga berupaya keras bisa mendirikan bangunan sistem politik dalam urusan ber-tata dan ber-Negara

Bagaimana mungkin… mangga bisa berbuah tanpa ada pohonnya yang ditanam . Bagaimana bisa orang tidak melanggar aturan lalu-lintas dijalan raya , tanpa memahami secara dini , dampak akibat yang akan ditimbulkan. Masyarakat dijejali berbagai peraturan tertulis , hukum yang bisa dibaca , namun tanpa muatan makna dipahami yang terkandung didalamnya .

Orang hiruk-pikuk berdebat , bersitegang urat leher …. saling membenarkan pendapat masing-masing tanpa memahami proses kulturalisasi masyarakat bangsanya sendiri . Semakin semerawut lagi …. di-adopsinya aplikasi bangsa lain dengan judul megah DEMOKRASI , yang tidak ada relevansinya dengan perjalanan sejarah masyarakat bangsanya sendiri.

Membangun rumah sebagai tempat tinggal yang diharapkan akan layak huni .. bukankah harus dimulai dari memahami karakter tanah secara geografis yang akan digali – fondasi yang akan ditanam dan seterusnya . Bukan tergila-gila secara histeris menyiapkan perabotan dan segala kelengkapan alat-alat rumah tangga nya .

Kembali ke masalah Perundangan dan Hukum …. tidak bingungkah anda ?
Saya bingung… tapi belagak pede aja lagi !

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara