Aku

jsop

Lingkungan adat masyarakat dimasa kecilku , disekitar 1965 mengajarkan aku untuk menghormati hak individu setiap orang.Keluarga kami bersahabat baik dengan berbagai golongan masyarakat adat lokal lainnya yang berbeda-beda dalam urusan profesi sampai dengan agama. Dari kelompok masyarakat keturunan Tionghoa yang ber-agama Kong-hu-chu sampai masyarakat lain yang beragama Kristen atau Nasrani lainnya , semuanya adalah bagian tapak perjalanan sejarah hidup saya selama 54 tahun hingga sekarang ini.

Toleransi kesetaraan dan demokrasi tidak perlu diajarkan disetiap bangku sekolah. Dia sudah eksis hadir diantara pergaulan masyarakat dengan sendirinya ketika matahari muncul di ufuk timur dan tenggelam di ufuk yang di seberangnya.

Bekal dimasa kecil tersebut mengiring setiap langkah-langkah dalam perjalanan hidup hingga menjelang saya beranjak menjadi dewasa. Saya putuskan untuk hidup secara mandiri disaat usia relatif masih disebut ‘dini’.Lepas dari pengawasan dan ketergantungan pada keluarga maupun orang tua yang ketika itu dinas dan bekerja sebagai abdi negara nun jauh diseberang pulau dimana saya berada.

Dari mulai lapak-lapak emperan dipinggir jalan hingga sampai pada beragam kenalan baru yang saya jumpai kemudian , adalah tempat-tempat dimana saya mengais hidup bahkan seringkali untuk menjadi tempat sandaran guna memperoleh sesuap nasi , penyambung kebutuhan fisik .

Dari mulai catatan cerita kelam penuh dengan balutan warna hitam sampai akhirnya muncul seberkas cahaya penerang sebagai isyarat dan petunjuk yang saya temukan , adalah kisah Rahmat Illahi yang sungguh teramat saya syukuri sampai hari ini.

Kini di usia yang seperti sekarang , ketika naluri terusik & berontak pada situasi yang ada , ketika saya dipaksa oleh keadaan untuk harus mau terlibat dalam sebuah konspirasi baru atas nama perubahan. Konspirasi yang sungguh tak seiring sejalan dengan norma dan nilai-nilai yang menjadikan saya sebagai makhluk sosial ciptaan Tuhan.

Tidak akan ada kata ‘setuju’ bagi sebuah kemunafikan , pencederaan , penganiayaan dan pembodohan. Tidak akan pernah ada kata “yes” asal mengalir seperti air. Segalanya yang saya pelajari , segalanya yang saya yakini sebagai kebenaran Sang Khalik , tak akan pernah sekali pun saya gadaikan .

Akan saya pertanggung-jawabkan sendiri sikap saya sampai dengan detik ini.. diharibaan Allah – Tuhan Yang Maha Esa , amien.

jsop

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara