Mengenali arti Kebudayaan

culture

Ketika lahir lewat rahim ibu kita masing-masing , kita semua diperlakukan / dirawat oleh ‘perawat bayi’ sebagaimana lazimnya dipanggil sebagai suster yang ada di rumah sakit , atau dukun beranak yang ada di kampung .. sekalipun.

Ketika indera mata dan fungsi pendengaran mulai bekerja (melek dan bisa mendengar suara) disaat-saat seperti itulah proses kebudayaan seorang anak manusia dimulai , agar belajar merespons situasi hingga akhirnya tak merasa asing serta mampu mengenali lingkungan disekelilingnya.

Fase awal-awal belajar berkomunikasi lewat ‘satu dua patah kata’ adalah proses pematangan bagi otak dan akal , yang meng-isyaratkan kesiapan menerima pelajaran bagi BEKAL terbentuknya sifat Kebudayaan seorang anak manusia itu sendiri. Disana seorang ibu dan ayah akan mengajarkan pada anak tersebut perilaku demi perilaku yang telah secara turun menurun diajarkan oleh para pendahulunya masing-masing. Hal tersebut yang kemudian kita kenal dengan kata ‘budaya’ . (perilaku yang dilandasi oleh etika yang diwajibkan saat itu)

Disaat seorang anak manusia kemudian mampu berkomunikasi dengan baik kepada kedua orang tuanya , telah terbiasa dengan segala perilaku dan aturan yang diajarkan disetiap harinya (dari pagi hingga malam) menjalani proses bagaimana harus bersikap menghadapi kewajiban demi kewajiban di pagi hari / disiang hari / dan dimalam hari , maka itulah yang disebut sebagai Kebudayaan dalam sebuah keluarga.

Kebudayaan sebuah keluarga yang akan mencerminkan perilaku / budaya masing-masing anggota keluarga tersebut.

Demikian pula yang terjadi , ketika disebelah rumah kita terdapat keluarga lain yang disebut sebagai tetangga , merekapun melakukan proses kebudayaan seperti proses yang terjadi dalam keluarga kita sendiri .

Perintah kehidupan agar setiap makhluk di dunia harus saling menopang dan memberi , yang juga merupakan perintah semua Agama yang mengajarkan agar manusia mengenali Penciptanya , Tuhan Yang Maha Esa serta harus juga tunduk taat kepada setiap ajaran dan menghindari segala larangan-NYA , membuat makhluk yang namanya manusia mengenali arti toleransi dan hak serta kewajibannya masing-masing. Tahapan ini bisa kita sebut sebagai Kebudayaan satu lingkungan seperti layaknya RT maupun RW.

Demikian seterusnya proses kebudayaan tersebut berkembang berlipat ganda , hingga melebar dan meluas melibatkan berbagai elemen-elemen kebudayaan setiap keluarga dalam jumlah yang lebih banyak , sampai akhirnya masuk pada tahap bisa disebut sebagai KEBUDAYAAN satu SUKU BANGSA / ras .

Jelas , bahwa yang disebut dan bisa dikatakan sebagai Kebudayaan satu suku bangsa diatas , memiliki cara bagi penyelenggaraan aturan dan hukum sesuai dengan kesepakatan dan toleransi yang telah mereka capai secara bersama-sama .

Masing-masing diantara mereka semua , ada yang disebut sebagai Kebudayaan Jawa – Bali – Batak – Sumatra Selatan – Ambon – Bugis dan banyak lagi lainnya yang menghuni disetiap sudut jajaran kepulauan Nusantara .

Penggambaran diatas , merujuk kita untuk mulai memasuki wilayah yang jauh lebih kompleks . Yaitu bagaimana proses interaksi antara masing-masing Suku Bangsa diatas hingga mereka semua mau bersanding secara damai untuk hidup bersama , dengan kesepakatan bersama untuk tidak saling merugikan masing-masing pihak diantaranya . Namun justru membangun suasana gotong-royong yang akhirnya di wacanakan , agar bisa bisebut BHINEKA TUNGGAL IKA.

Secara singkat dan dengan pendekatan istilah serta bahasa yang sederhana , begitulah seharusnya kita memahami dan mengenali arti kalimat KEBUDAYAAN bagi Indonesia yang di cita-citakan oleh para pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia .

Kebudayaan adalah value / nilai – Budaya adalah perilaku yang terus bergerak . Kebudayaan yang baik akan melahirkan perilaku terhormat dan bermartabat serta ber-etika . Kebudayaan yang ‘rusak’ akan mencerminkan budaya / perilaku manusianya yang tak menghormati adab , penuh sesak oleh watak dan sifat-sifat keburukan .

Kita mengenal masing-masing Kebudayaan di jajaran nusantara ini dengan berbagai falsafah hidup yang tinggi serta mulia . Namun sudahkah kita menemukan kesepakatan lalu taat kepada segala aturan yang bisa dijadikan acuan agar berperilaku sesuai budaya “KEBUDAYAAN INDONESIA” .

Seperti apakah Kebudayaan Indonesia itu konkritnya .. ?

Bila masing-masing Kebudayaan (suku2 bangsa) yang ada di jajaran Nusantara ini tunduk taat serta berlindung dibalik hukum dan aturan adat-nya sendiri-sendiri (local wisdom/kearifan lokal) . Sudahkah fungsi dan segala aturan hukum-hukum adat tersebut tertuang dan ter-akomodasi kepentingannya didalam HUKUM NEGARA .

Menjadi sebuah kewajaran yang bisa dicerna oleh akal sehat siapa saja , mengapa Bangsa Indonesia kesulitan menghadapi gesekan dan benturan yang terjadi ditengah masyarakatnya sendiri . Strategi Kebudayaan Indonesia … disanalah jawaban yang harus dirumuskan secara bersama dengan tuntas.

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara