mbulet alias kusut

mufakat-budaya

Semua orang tau bahwa HUKUM harus ditegakkan…. sekaligus melahirkan pertanyaan hukum yang mana ? hukum yang berpihak siapa yang harus ditegakkan tersebut ?. Kondisi itulah yang pada akhirnya di pahami dengan masih berlakunya bunyi pepatah lama. “mana yang terlebih dahulu ada , antara sebutir telor dan seekor ayam”

Jelas Indonesia bukan kumpulan ayam-ayam yang sedang bertandang di kebon2 dan bukan pula se-keranjang telor yang siap di-kilo-in.

Hukum adalah produk politik (tarik menarik kepentingan) , tetapi ‘politik’ tanpa acuan arah tujuan dan landasan hukum yang memadai (komperehensif) sama saja dengan debat kusir. Hal tersebutlah yang sekarang ini terjadi diberbagai tatanan kehidupan kita dalam menyelenggarakan konsep ber-Bangsa dan ber- Negara.

Ber-bangsa itu artinya … ada beragam suku2 bangsa yang tersebar di Nusantara , dimana antara satu suku dan suku2 lainnya ber-sepakat dan mufakat untuk hidup bergandengan tangan / gotong royong / membina sikap toleransi hidup secara bersama-sama.

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni). Disini ada 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu : Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Sumatera (473.606 km2) dan Papua (421.981 km2).

Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia.Pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia dimana sekitar 60% hampir penduduk Indonesia (sekitar 130 jt jiwa) tinggal di pulau yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah RI.

Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku.

Negara dengan bahasa daerah yang terbanyak, yaitu, 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia. Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia.

Ber-Negara itu artinya … seluruh penghuni kepulauan2 Nusantara tersebut tunduk dan mau diatur dalam sistem HUKUM yang sama , yakni Hukum yang berlandaskan dalam kesepakatan satu2nya ideologi yakni , PANCASILA .

Jelas tampak dengan sangat transparan , bahwa Indonesia atau Pancasila adalah produk Kebudayaan , dimana dialog2 kebudayaan antar masing2 stake-holdernya itulah yang akan melahirkan kesepakatan untuk menjalankan sistim ber-POLITIK . Lalu dari sistim ber-politik yang ber-kebudayaan-lah diharapkan bisa lahir sistem HUKUM yang ber-kebudayaan pula .

HUKUM yang ber-kebudayaan adalah hukum yang menjadi payung untuk melindungi seluruh kepentingan budaya bangsa-bangsa diatas . Hukum dengan pemahaman muatan seperti itu … hanya bisa dibidani oleh sistim ber-politik yang ber-kebudayaan . “POLITIK yang BER-BUDAYA” , bukan ‘kegaduhan pasar’ yang berkedok demokrasi .

Dimana posisi kita sekarang ?

jsop

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara