pesona menyesatkan

moral

Dulu , orang orang melengkapi berbagai ‘estetika’ bagi penampilan dirinya , terkesan masih tergolong ‘wajar-wajar’ saja. Semuanya masih terlihat natural dan lebih alamiah , kondisi natural alamiah tersebut melahirkan pancaran watak dan kepribadian seseorang yang dengan mudah mampu dibaca dengan jelas dan utuh oleh orang2 lain disekelilingnya . Orang kaya dan terhormat akan tampak bijaksana , orang sederhana yang terhormat walaupun miskin akan tampak sebagaimana mustinya , orang cantik akan terbaca ‘luar-dalam’ , orang munafik tak bisa me-nutup2i tampilannya … dst.

Kini dijaman yang katanya modern … , saya agak rancu memahami istilah modern itu sendiri , sebab bukankah modernitas itu adalah kata sifat , cara berpikir manusia dalam perilaku maupun tindakan2 nya . Namun di negeri ini modern rupanya dipahami dalam bentuk ornamen2 tampilan yang melengkapi kebutuhan fisik jasmani manusianya . Disinilah rupanya permasalahannya …,

Dijaman ‘modern’ ini tehnologi mampu menciptakan industri untuk ‘mengolah tampilan’ hingga sedemikian rupa , sampai2 seekor kodokpun bisa dirubah ujudnya menjadi angsa yang anggun serta terlihat molek dimata . Otomatis asumsi2 subyektif dan cara2 menilai kepribadian serta karakter diantara kita juga semakin lebar sudut jangkauannya.
Semakin canggih perilaku ‘modernisasi2′ absurd tersebut , semakin bingung dan nggak juntrungan pula upaya kita untuk mengenali kepribadian/watak masing2 orang disekitar kita .

Saya bertanya : seberapa jantan atau betinakah anda … seberapa bermoralkah … seberapa … seberapakah … dan be-ribu2 seberapa pertanyaan lainnya menyusul … dan pada akhirnya , seberapa bisa dipercayanyakah anda .

Saya merasa kehilangan parameter2 baku bagi pijakan nurani untuk memutuskan berbagai hal yg saya anggap penting , sebab … mata telah semakin terkelabui dan dipenuhi oleh sensasi2 obyek yang tidak lagi obyektif dalam membantu melihat permasalahan yang berlangsung dihadapan , buset dah …

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara