latihan menatap bintang

madison

Pada suatu ketika ( kamis 8 oktober 2009) saya bersama sebuah kelompok musik orkestra pimpinan Addie MS sedang latihan bersama , bagi sebuah perhelatan konser bertajuk Classic Chrisye . Judul klasik sudah barang tentu adalah menampilkan karya2 yang pernah dinyanyikan almarhum dan menjadi populer pada era nya . Maka dari sekian banyak penyanyi2 pop masa kini yang di calonkan untuk menyanyikan lagu2 diatas akhirnya hanya satu dua yang dianggap ‘mendekati’ … itupun karena lebih banyak faktor ‘terima apa adanya’ , karena yang sy anggap ‘agak’memenuhi kriteria artistik dan gaya olah vocal … sudah fully booking alias sudah padat orderan . (persis omprengan oplet robur tempo doeloe)

Saya mendapat telepon dari sang komandan orkes , bahwa yang akhirnya menjadi penyanyi pada lagu2 yang saya mainkan adalah afgan , seorang penyanyi muda (menurut addie) dan berbakat / cukup talenta … lagipula ybs adalah bintang yg sedang ber-binar2 terang dimata industri sponsor2 musik yang berkuasa. (salah satu peran pendukung terpenting bagi terselenggaranya konser tsb) . Ya… apalagi kalau bukan masalah iklan dan sponsor2 nya .

Hari itu setelah hampir dua bulan tertunda akibat kasus bom teror yang membatalkan jadwal semula … saya hadir pada sesi latihan bersama mereka disebuah wilayah di Jakarta Selatan (rosi musik cilandak) . Rencana mulai pada pukul 13.00 molor satu jam lebih …karena listrik sempat padam mendadak , terpengaruh guyuran hujan dan angin kencang yang melanda hampir seluruh wilayah kota.

Pukul 14.30 saya sudah duduk dibangku piano persis disisi kiri , tiga meter agak dibelakang sang konduktor yang ngganteng itu … hehe *asli .. addie memang jauh lebih ngganteng sekarang dibanding masa mudanya dulu yang culun* saya ngrasa ikut senang .. serius :p

Setelah satu putaran running musik tanpa vocal , akhirnya Addie nengok kebelakang dan berseru :” oke’ … mana penyanyinya , coba kita latihan bersama yuk … demikian dst”

Mata dan konsentrasi saya masih tertuju pada kenop2 yg mengatur sound keyboard ‘piano’ digital dihadapan saya … agar bunyinya nggak kayak kaleng kerupuk gedombrengan .. tapi kuping saya mendengar dialog yang sedang terjadi disekitar , kurang lebih bunyinya seperti ini :

” ….. e.. maaf liriknya mana ya? ” ; saya mulai bertanya dalam hati … siapa tuh yg nanya lirik..
” ….. wah .. bentar2 sy cari aja di google” ; sy mulai agak heran … koq latihan nyebut2 google..

Saya menengadahkan kepala … lalu tampak seorang anak muda sedang sibuk ‘utak atik2 beri2nya searching google , sementara deretan musisi dan saya sendiri … terpelongo-pelongo kayak barisan makhluk ajaib yang sedang menunggu “nasib” …. *bencana apalagi nih ..?*

Lalu kalau tidak salah , istri sang komandan orkes (Memes) segera sigap (agak2 panik) mempersiapkan / menulis lirik lagu2 tersebut secara dadakan dan seketika … entah dapat darimana (mungkin krn ybs hafal lagu2nya) atau entah … mungkin dapet dari warung jualan rawon yang ada disekitar gedung latihan .

Secarik kertas lirik sudah ditangan , itu yang saya lihat …. lalu Addie (sedikit melirik saya) seolah memberi isyarat aba2 … *ya gitu deeeehh ..* , maka dengan segera kedua tangannya diangkat keatas untuk memberikan tanda …. musik segera di langsir ….. jreeenggg ..

Intro solo piano … lewat dan aman … part verse 1 masuk …. dan …. “kicauuu buuurungg bernyaaanyi …dst ” , terdengar hadir dengan nada2 yang aneh luar biasa bin ajaib astagfirullah … , stop…stop …. kata Addie pada semua pemain , lalu menengok ke sang penyanyi ybs …. sebelum sempat bertanya , sang penyanyi sudah berkata duluan sbb:

“maaf .. ya…. saya belum hafal lagu2nya … maklum saat itu saya kan belum lahir …” gedukbraaaaakk …! *Bencana alam yang saya tunggu2 akhirnya tiba juga ..*

——— @%@#$*%&@(%$>>>$#*%$&QW()!!#$ … ! ———-

Singkat kataaaaaaaaaaa ….. saya latihan sambil ngajarin seorang penyanyi untuk menyanyikan lagu2 saya tersebut . Dan itu dilakukan bersama sebuah Orkes besar yg ternama serta cukup kredibel dimata saya …. , itulah gambaran dari hasil ‘profesionalime’ yang di elu2kan oleh sistim kapitalis industri musik di Indonesia saat ini ….

BAh…! itulah pula salah satu alasan saya , mengapa saya muak dengan pedagang2 musik saat ini , bukan karena ‘berdagangnya’ … tapi mental dan cara2 berdagang mereka yang mengaduk-aduk sistem dan norma2 serta etika , agar sesuai dengan kehendaknya sendiri . Akibatnya jelas-jelas merusak generasi muda kita dan merusak juga semua tatanan yang lazim .

Terakhir saya dibisikin Addie MS … , tau nggak berapa biasanya honorarium yg diperuntukkan bagi katagori sekelas bintang2 tersebut ? …. Enggak! saya nggak mau tau ..! (dalam hati saya) Hidup saya tidak untuk berurusan dengan “bintang2″ , saya berurusan dengan “alam semesta” , hehe … jengkelnya saya

Namun tak pelak , terdengar juga sejumlah angka yang masuk gendang kuping saya ….. jebreeeettt …, lemeeesss deh …

Menjelang meninggalkam ruang latihan , sempat terdengar … “om…om.., waaduhh saya sempat shock , nggak nyangka om itu *bla..bla..bla..* , ya … maklum om maaf… soalnya saya nggak tau mukanya sih …. om … kapan2 kalau ada waktu bikinin saya lagu dwowngg ….

“okeee deehh … kapan2 ya” , balas saya .

yuk ‘ma.. kita pulang , bisik saya pada manager saya yang paling profesional … hehe

jsop

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara