apresiasi bagi peradaban

peradaban

Ibarat jenjang pendidikan di sekolah , maka hidup manusiapun diawali dari sejak menduduki bangku taman kanak-kanak dsb. Disana kita mulai diajar untuk mengenal serta melatih berbagai fungsi panca-indera untuk bisa berkomunikasi sejalan dengan faktor2 eksternal , yang berada diluar alat2 tubuh kita sendiri . (mata , telinga , hidung , tangan , kaki dlsb)

Bicara tentang musikpun demikian pula adanya , kesenian musik di abad 19 semenjak revolusi industri ditemukan manusia … media kesenian tersebut sudah bukan lagi sebagai alat/ritual bagi komunal2 tertentu untuk ditempatkan sebagai sarana bagi pemujaan yg bersifat ‘spiritualism’ semata , maupun puja-puji bagi pengabdian2 antar masyarakat lokal terhadap penguasa2 lokalnya masing2 (raja2 dsb) . Pengabdian2 lokal terhadap nilai2 kemanusiaan yang juga bersifat lokalitas ke daerahan/wilayah , telah pula dikembangkan menjadi pengabdian2 pada nilai2 kemanusiaan secara lebih luas hingga menjadi universal. (umat manusia diseluruh jagad raya)

Namun pada hakekat serta intinya , substansi kesenian adalah pengabdian unsigh kepada nilai2 kemanusiaan . Pengabdian lewat himbauan2 ataupun kritik2 maupun juga puja-puji kepada nilai2 keindahan yang ada (menghibur) . Karena kesenian musik berujud komposisi dalam bunyi2an , maka dia masuk dalam katagori ilmu berkomunikasi , dalam perspektif terminologi bahasa yang akademis.

Sebagai ilmu berkomunikasi , media tersebut harus bersifat cair , egaliterian , komunikatif , ter-pola , ter-struktur serta mampu menarik minat perhatian orang yang mendengarnya . Maka disitulah harmoni dalam bermusik dibutuhkan secara mutlak , agar tidak membuat orang justru merasa ‘jengah’ karena sakit kuping atau menjadi kebudeg’an. Lalu metode bagi penguasaan harmoni tersebut diajarkan dan bisa dipelajari oleh semua orang .

Ada dua cara agar orang bisa menguasai ilmu harmoni untuk berkesenian … lewat metode secara teknis akademis (teks) maupun lewat media lisan praxis (learning by doing). Dua2nya sama2 bermanfaat dan sama2 diperlukan agar seseorang bisa mengekspresikan pengabdian seninya bagi orang2 lain disekitarnya dengan baik.

Nah … secara singkat dan dengan kalimat yang amat sederhana , beginilah saya memahami dunia kesenian , tempat dimana saya mengabdikan diri selama ini . Semoga paragraf kalimat2 sederhana diatas bisa menciptakan jembatan bagi semua (orang awam) di forum ini … untuk bisa dengan mudah dapat dipahami secara utuh (komperehensif) lalu kita gunakan sebagai media untuk mengkomunikasikan berbagai kepentingan kita masing-masing maupun kepentingan bersama , salam

jsop

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara