Apa itu Demokrasi

Demokrasi untuk membangun peradaban , namun bukan untuk bisa digunakan disegala tempat dengan standar cara yang sama … ditataran privat ada hak otonom individu , di tataran berikutnya ada aturan oleh pucuk pimpinan keluarga , ditataran ber-masyarakat ada hukum yang dijaga pemimpin2 bangsa , ditataran paling tinggi ada kebenaran mutlak … perilaku demokrasi tidak boleh melanggar kedaulatan masing2 wilayah diatas , dia adalah payung2 kecil di’ruang-lingkup’nya

Bicara demokrasi ditataran privat seperti dilingkungan hidup saya , saya menetapkan ‘aturan’ supaya ditaati oleh semua orang yg hadir dalam hidup saya sendiri , agar lingkungan hidup saya tidak chaos dengan pembenaran2 yg ada dikepala setiap orang … ini “hak otonom individual” …; “apa resikonya bila saya sewenang-wenang?” ; resikonya saya dicaci maki dan ditinggal pergi :p

Demokrasi ditataran keluarga , adalah menjalankan aturan yang disepakati oleh masing2 keluarga. Demokrasi keluarga juga otonom berdiri sendiri sesuai paradigma kultur budaya yang membentuknya (tradisi masing2). Tradisi hari ini adalah hasil rekayasa tradisi masa lalu yang ber-proses secara terus menerus guna menyesuaikan perilaku/bentuknya yang selalu memperbaharui diri.

Demokrasi dalam berbangsa , adalah menciptakan aturan untuk kepentingan bersama agar demokrasi individual serta demokrasi keluarga bisa menjadi jalinan sebuah komposisi yang bisa didengar , seperti saat gendang telinga menikmati alunan musik dari sebuah harmony komposisi yang baik.

Demokrasi bagi pembenaran yang mutlak , adalah kesadaran inhern dalam diri setiap orang . Bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Tak ada sedikitpun bedanya manusia diperlakukan dihadapan-Nya. Manusia wajib hidup berdampingan , seperti kumpulan “merpati” yang saling menjaga dan menghormati. Ajaran2 tersebut dikenal dengan sebutan AGAMA.

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara