Facistis demokratis

bagaimana mau demokratis kalau semua partai dan ormas masih gemar tampil layaknya Facis , budaya Simbol hanya pantas digunakan untuk mempertegas eksistensi “lokal-kultural” , bukan untuk menampilkan kekuatan antar golongan dengan gaya yang militeristik … mungkin masa kecil mereka kurang puas dengan baris berbaris

About the Author

jsop

Bukan jurnalis bukan pejabat bukan juga politikus apalagi tentara....wong cuman seniman. Ibarat cermin bagi elok rupa maupun cermin bagi buruk rupa. Jangan membaca tulisan seniman bila tampilan buruk rupa anda enggan dibaca.

Leave a Reply

Currently you have JavaScript disabled. In order to post comments, please make sure JavaScript and Cookies are enabled, and reload the page. Click here for instructions on how to enable JavaScript in your browser.

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>