Ini Konser DIANA (jilid:lll)

catatan pribadi:

Jangan panggil saya ‘om’ , jika itu basa-basi yang hanya akan menimbulkan gap/distance kesenjangan dalam berkomunikasi diantara kita . Saya akan marah secara blak2an jika kalian menyalahi aturan ataupun mengingkari kesepakatan . Namun kalian juga berhak atas hal serupa , jika suatu saat sayapun kalian anggap berperilaku se-mena2.

Itulah inti kalimat pembuka bagi terciptanya rasa persaudaraan dan kekeluargaan diantara semua talent yang terlibat . Kami semua layaknya sudah seperti sebuah keluarga besar yang tidak perlu lagi menutup-nutupi berbagai hal yang bersifat personal. Kondisi itu pula yang membuat mereka semua ‘rindu’ untuk selalu datang ke kota SOLO guna latihan bersama di gedung theater besar ISTI .

Beberapa puluh kali setiap adegan maupun gerak ataupun dialog2 mengalami perubahan2 yang drastis … agar menemukan titik optimalnya . Saya memahami dengan sepenuhnya , bagaimana tingkat kesulitan yang sedang dihadapi oleh Garin Nugroho .

Dia harus menterjemahkan script yang di aplikasikan kepada pemain atau tokoh2 pemeran yang sama sekali belum terlatih dalam adegan drama . Baik drama dalam teater serius maupun drama dalam teater kesehari-harian. Setiap hari selalu terjadi perubahan2 teks , yang jelas sangat menjadi beban bagi setiap pemain untuk menghapalnya kembali disetiap waktu .

Belum lagi kendala yang dihadapi oleh Eko sebagai koreografer … untuk melatih mereka menari sesuai design tari yang dikehendaki sutradara . Jelas bukan tarian ‘disco mambo chacha’ yang kerap kita tonton di televisi2 swasta kita.

Itu semua setiap saat selalu dihantui dengan pertanyaan besar yang selalu ter-ngiang2 dibenak saya : “Mampukah konsep ini bisa menaklukkan BALAI SIDANG yang jelas bukan balai theater atau balai musik?” Akan berbeda halnya jika pertunjukkan nanti diselenggarakan di Graha Bhakti Budaya ataupun di Gedung Kesenian Jakarta .

Sekarang semuanya telah berlalu dan mampu diatasi dengan baik …. syukur alhamdullilah . Perjalanan waktu yang terasa sangat panjang itu kini berakhir sudah , ada sesuatu yang terasa hilang diantara kami semua sesama pendukung yang terlibat dalam Drama Musikal DIANA.

Kerinduan untuk bisa berkumpul kembali layaknya sebagai sebuah keluarga … Hidup terus bergerak , bergulir kedepan … ‘celavi’

jsop

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara