payah deh!

Berbagai hal yang substansial mendasar dalam urusan tata-kelola ber-peri-kehidupan tak lagi lahir karena esensi kebutuhan hidup dari masyarakat Negara bangsa-bangsa yang realistis , akhirnya menjadikan modernisasi hanya sebatas birahi kekuasaan ekonomi untuk saling menaklukkan dan menindas sesama

Pada akhirnya juga ber-imbas kepada bangunan sistem industri hampir disemua bidang . Kemajuan2 yang dicapai justru menjadi paradoks , karena muatan2 nya lebih banyak yang menyesatkan serta membodohkan. saya yang hanya masyarakat biasa saja … dengan mudah bisa menelusuri berbagai kekeliruan , adakah mereka yang pandai dan pintar2 itu juga mengerti akan esensi persoalan . Lawan industri yang ada bukan untuk dihancurkan , namun harus direbut.

Puih..! siapa kamu yg sok tau mau merebut sendirian..?! (ujar mereka pastinya) Oke , lalu giliran saya juga punya hak untuk bertanya …. siapakah kalian semua yang seperti kerbau dungu mau saja dicucuk hidungnya .Tulisan ini juga sebagai klarifikasi saya untuk memberikan gambaran yg utuh dan menyeluruh . Mengapa saya cenderung ‘malas’ untuk bekerja sama secara praktis dengan berbagai pihak yg jika hanya ditilik dari sisi ekonomi atau aktivitas pekerjaan saya sebagai musisi hal2 tersebut sudah bisa dianggap layak.

Saya tidak ingin terlibat dan masuk dalam jerat perangkap , walaupun itu harus saya bayar mahal dengan realitas tanggung jawab ekonomi yang harus saya pikul sendiri .Kalau toh nanti tiba saatnya saya harus mati … InsyaAllah meskipun miskin tapi sudah saya buktikan akhirnya saya bisa menghormati martabat hidup saya sendiri.

Saya juga menjadi sangat ‘sensitif’ bila ada orang yang dengan serampangan memberikan komentar2 tentang berbagai aktivitas saya. Mereka hanya berpikir saya ‘main musik’ , mereka tidak pernah peduli bahwa saya sedang memperjuangkan esensi bidang profesi yang saya geluti.Lagipula acapkali yang muncul bukan kritik sebagaimana ‘kritik’ yang benar itu seharusnya . (kritik yg dilengkapi dng sandaran argumentatif dan ilmiah) bukan sekedar ‘caci maki’ / sinisme berdasarkan selera apalagi karena ada ‘kepentingan’ terselubung. Kritik yang berguna itu punya tujuan maksud yang baik , bukan untuk melampiaskan ‘dendam’ amarah serta subyektivitas2 personal.

Dan bila saya dianggap seringkali ‘berbenturan’ dan dianggap seringkali tidak kompromistis dengan kalangan2 tertentu maka jawaban saya adalah ‘IYA’ , itu semua benar adanya . Saya tidak pernah mau kompromi dengan muslihat2 yang terselubung . Saya mengajak semua pihak untuk dengan terbuka mengevaluasi diri / cara berpikir guna menetapkan goal tujuan. Dan itu semua harus dilakukan secara transparan … jangan di-tutup2i , apalagi menggunakan paradigma ‘unggah-ungguh’ yang tdk semustinya diterapkan disana . Marah-lah sepuasnya kepada saya jika saya melakukan kesalahan disengaja , sebaliknyapun demikian …. jangan pura2 bego , atau jangan2 memang bego beneran?!

jsop

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara