heran bukan kepalang

‘Membela kehormatan bangsa?’ … justru mempertegas perilaku primordialism , demokrasi hanya propaganda kosong bila tidak disertai transparansi hukum yang memadai … aneh , sedangkan didalam rumah sendiri banyak orang yang tak dihargai ketika mereka berjuang untuk menghormati dirinya sendiri … dimana kau wahai Negara?

ini menjurus perilaku ‘maling teriak maling’, sebab POLITIK adalah ilmu untuk memperdebatkan ARGUMENTASI , bukan ilmu ‘silat lidah’ jurus BERKELIT. Apakah ini juga nantinya akan (menyusul) disertai slogan barisan pepesan kosong: “ayo … perang lawan belanda” , sebagai bukti kita gagah berani? huh … hanya barisan badut yang mau diperintah oleh sistim pemerintahan badut

Politikus terhormat itu BER-POLITIK … Politikus karbitan itu BER-POLITIKING
Tuntaskan masalah konflik di Ambon lewat pengadilan yang ‘jurdil’ sesuai kepentingan Ideologi Pancasila . Lalu tantang semua ajakan debatable RMS atau bahkan masyarakat dunia sekalipun .

Katakan pada mereka :”Jangan menggurui kami dengan issu HAM & Demokrasi, sebab kami memiliki cara2 untuk menghormati HAM dan menempuh demokratisasi kami sendiri”

Jangan malah bersembunyi dengan alasan yang di-cari2 , karena memang tak memiliki argumentasi HUKUM yang memadai untuk menjawab persoalan konflik di AMBON dan lain2nya.

h! tak tahu malu rupanya

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara