sumpe pemuda

aku tau … laksana ‘cacing tanah’ tanpa daya untuk mampu melawan raksasa ular-naga yang berkuasa diwilayahku … namun aku MENGGELIAT … tidak semenitpun dalam hidup aku lunglai menyerah dan pasrah , inilah sumpahku pada kehidupanku sendiri

sejak berusia 14 tahun aku menggeluti kehidupan mandiri , melepaskan diri dari beban langsung kedua orang tua. Menempuh pendidikan formal yang morat-marit sambil setia duduk di-bangku2 universitas kehidupan yang tersebar dijalanan. Hidup bergabung bersama kaum proletar sesekali bertandang menyambangi anak muda gedongan untuk saling berbagi makanan .

Aku memupuk bekal bagi ekspresi musikal yang memantapkan niat menjadi seniman. Aku dilahirkan oleh alam bukan oleh orang2 yang kini menjadi artis2 tenar , apalagi oleh pemodal dan industri . Aku tidak butuh puja dan puji untuk menampilkan eksistensi identitas diri , aku hanya akan menggeliat menghindar dan pergi karena tak sudi. Motto hidupku adalah “fuck You”

dengan kesempatan yang sama , kemampuan yang sama , jika saja aku dilahirkan di Negara yg lebih teratur , maka tidak mengherankan jika seorang Richard Branson bisa memiliki studio hingga maskapai penerbangan Virgin. Demikian pula hal nya aku , juga memikili pesawat terbang sayangnya hanya model2an alias mainan. Itulah bedanya Indonesia dengan Amerika . Tempat dimana aku terus mencari alasan untuk bisa bangga menjadi warga Negara.

segala jerih payah yang telah dibangun , oleh berbagai seniman2 masa lalu guna menata fondasi keberadaan Industri musik Indonesia , agar lebih cerdas , bermartabat serta mandiri … tiba2 dikangkangi oleh segerombolan anak2 bawang yang lahir dari ruang2 ber ac sambil mengusung ‘ideologi berkesenian’ baru [materialism] . Perlawananku bukan bersifaf ‘individualistik’ demi urusan dompet yang berada dikantong pribadi milik sendiri .

bermusik itu memahami persoalan hidup … tehnik dan instrument yang akan digunakan adalah cara , materi akibat

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara