neo-feodalisme

betapa waktu yang terasa bergerak semakin cepat , tahun berganti terasa hanya sebatas angka-angka dalam catatan kalender yang berubah . Semakin banyak persoalan-persoalan baru yang datang , namun semakin kecil kemungkinan2 munculnya ruang2 untuk berpartisipasi , yang membuat orang semakin sulit untuk terlibat dalam kebersamaan.

Semuanya ini terjadi karena orang hanya cenderung untuk menjadi pengikut dari satu kehendak , serta semakin minimnya kesadaran unt berani menentukan sikap , peluang demi peluang yang akhirnya tercecer dan sia-sia … sebab pilihan menjadi sesuatu yang diperebutkan bukan untuk disepakati

dalam 1 kepribadian setiap orang , begitu banyak alternatif2 yang ditawarkan , yang membuat keraguan semakin menumpuk dan tak meninggalkan jawaban. Akibatnya adalah disorientrasi yang menguasai pikiran2 yang membuat orang semakin mudah untuk digerakkan … dan akhirnya orang menjadi kehilangan daya geraknya sendiri

Mental ‘kawula’ dari para pengabdi feodalisme yg tidak juga berubah . Orang masih begitu mudah terjebak dengan permainan simbol-simbol , dipikirnya feodalisme hanya milik peradaban keraton dan raja2. Neo-Feodalisme dengan faham materialisme menyusup tanpa mampu terditeksi … mengalir disepenjuru nadi menancap langsung ke jantung bersemi di ulu hati

jsop

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara