demok’trasi busuk

“bapak berkata” : jangan naruh bumbu masakan di kamar , “ibu menjawab”: jangan merokok juga dikamar , “anak nyeletuk”: berisik ah…aku lagi belajar nih , ‘huss! .. diam kamu ini urusan orang tua..!'; hardik si bapak , “nggak boleh otoriter dong pak , anak kan punya hak untuk berpendapat”; sela si Ibu … , Nah yg disebut demokrasi itu adalah perilaku anak yg ingin berpendapat , bukan untuk mencampuri urusan orang tua

Dalam etika tradisi , kalau si anak ikut campur urusan orang tua atas nama demokrasi , itu disebut: KURANG AJAR . Kalau para orang tua terus bertikai tanpa mempedulikan ruang privasi anak , itu disebut: Orang Tua ngga tau diri . Tidak dikenal kata/kalimat demokrasi dalam kultur kebudayaan Bangsa Indonesia , namun rumusan2 premis dan maknanya sudah termuat dengan sendirinya.

Peradaban Nusantara jauh lebih tua dari bangsa2 eropa apalagi amerika , peradaban nusantara adalah cikal bakal lahirnya kebudayaan2 maju di eropa dan amerika. Sementara kebudayaan praksis di Indonesia , seolah dengan sengaja kita biarkan sendiri untuk jauh tertinggal dibelakang.

Bangsa dari peradaban tua yang telah fasih dengan segala macam asam garam kehidupan , namun kini jongkok2 me-nunduk2 seperti orang tak punya daya apa2 dihadapan anak2 kecil yang menguasai ekonomi dan lebih pintar dalam menemukan temuan2 tehnologi . Itulah gambaran/perspektif Indonesia dimata saya ketika dihadapkan pada realitas globalisasi .

Padahal bangsa ini telah mencatat sejarah besar untuk punya nyali memprakarsai Gerakan Non Block di di Beograd , Yugoslavia pada tahun 1961 oleh Soekarno dan mendirikan CONEFO [Conference of The New Emerging Forces] sampai dengan Ganefo . Namun kini di-kemanakan-kah harga diri serta martabat bangsa Indonesia yg dulu dikagumi dan dihormati oleh bangsa2 lain didunia itu?

  

About the Author

Bukan jurnalis bukan pejabat bukan juga politikus apalagi tentara....wong cuman seniman. Ibarat cermin bagi elok rupa maupun cermin bagi buruk rupa. Jangan membaca tulisan saya bila tampilan buruk rupa anda enggan dibaca.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara