politik , tradisi & adat istiadat

sewaktu bayi lahir hingga diajar bercakap , berjalan dan sebagainya hingga suatu ketika menjadi dewasa , maka orang tua disebut mempunyai tanggung jawab yang disebut ‘POLITIK Rumah Tangga’ sebagai bekal bagi anak untuk ber-POLITIK diwilayah masyarakat … politik ditengah masyarakatpun mempunyai 2 dimensi , a. urusan kebersamaan b. urusan mengelola kekuasaan , saya memang berpolitik tapi dalam katagori ‘a’

POLITIK itu melahirkan aturan atau hukum . Aturan/hukum yang jika didalam wilayah rumah tangga disebut ADAT Istiadat dari tradisi yg berlangsung . Aturan diluar rumah dikenal dengan HUKUM Positif (hukum negara-Per-Undang Undangan) . Artinya pahamilah bahwa POLITIK adalah mutlak didalam hidup dan kehidupan , kita semua adalah makhluk politis . Jangan memberi stigma buruk pada POLITIK secara generalisir dan membabi buta.

Kegagalan politik rumah tangga berakibat pada anak yang ngga tahu aturan , ketika bermasyarakat perilakunya asosial .Masyarakat yang tak mengenali adat istiadat/tradisinya adalah komunal masyarakat dng pribadi2 yang ‘chaotic’. Adat dan Tradisi itu selalu bersifat melekat dan ada didalam pikiran serta perilaku kita sampai dengan hari ini . Adat istiadat dan tradisi itu tidak tertinggal di ‘belakang’ , sementara masa depan ada jauh di’hadapan’ , namun bagaimana bisa membangun masa depan? kalau tidak berhubungan masa lalu dan hari ini

Perlu diketahui: bahwa tradisi itu bukan ornamen2 kebaya , tari2an , kain2 sarung yg me-lilit2 dll , itu semua adalah produk . Tradisi itu adalah nilai2 kearifan dari hasil olah pikiran ketika manusia berdialog dengan alam disekitarnya sendiri. Sedangkan Adat dan Istiadat adalah bentuk perilaku secara praksisnya , yg selalu menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman dimana manusia itu hidup.

Nilai2 tradisi tidak akan berubah sejauh alam dimana kita hidup juga tidak berubah . Perilaku adat istiadat bisa berubah sesuai tuntutan jaman , namun tetap tidak boleh MENCEDERAI kebenaran tradisi yg melahirkan KEARIFAN2 didalam pikiran.

Saya adalah manusia TRADISI yg hidup dijaman modern . Manusia tradisi yg kini pakai celana jeans dan kaus oblong bukan lagi pakai koteka atau sarung yg melilit sampai menutupi kepala. Manusia tradisi yang memainkan musik keras diantara manusia2 tradisi lain yang tetap memainkan musik gamelan dan sejenisnya. Tradisi itu PIKIRAN bukan penampakan.

Ketika manusia melanggar kebenaran tradisi , maka dipastikan manusia akan menuai bencana , sebab manusia berperilaku merusak alam lingkungan tempat dimana mereka hidup .Tradisi juga adalah filsafat , filsafat berhubungan dengan spekulasi , analisis . Filsafat selalu bertanya , kritis dan evaluatif. Filsafat adalah kegiatan yang bersifat integratif/kegiatan yang mengarah pada sintesis berbagai unsur yang bersifat koheren & terpadu.

Nah … karena kata POLITIK itu sudah terkontaminasi dengan perilaku2 yg busuk (diseluruh jagat) . Walaupun secara pribadi saya berusaha ‘meluruskannya’ tapi sudah pasti akan sia-sia. Maka bahasa simbol yang paling netral & egaliter untuk digunakan adalah Berkebudayaan. Simbol yang isinya adalah kegiatan2 pikiran hingga aktivitas kegiatan perilaku untuk melakukan sesuatu . Sesuatu yang harus bisa dilihat secara transparan serta tujuan2nya pun dipahami secara utuh oleh semua orang., salam

jsop

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara