ini aku

Harus menentukan sikap guna melawan kedzaliman yang kasat maupun yang terselubung memang perlu pengorbanan , yang disebut pengorbanan adalah kenyataan harus memilih jalan serta berseberangan dng pihak2 tertentu yang tak sepaham … dalam konteks perjuangan tidaklah mungkin berharap ber-baik2 dng semua orang , dalam konteks silaturahmi barulah boleh kita ngopi barengan.

aku tidak terdidik untuk menciptakan ‘permusuhan’ , aku belajar untuk mencari ‘kebenaran’ , kujalani pembelajaran2 itu secara kultural adat istiadatku sendiri maupun secara modern yang kutempuh semenjak hidupku berdiri diatas telapak kedua kakiku sendiri. Aku belajar secara dini untuk tidak menyerah pasrah begitu saja pada keadaan , mengajak mereka yg berbeda pendapat untuk berdebat memperjuangkan argumentasi , akupun belajar untuk menerima kenyataan ketika terbukti memang akulah yang bodoh sendiri. Namun aku menolak ketika ‘kebenaran’ ditentukan oleh mayoritas yang menindas , atau kebenaran yang hanya berpagu pada dogma2 paternalis cenderung feodalistik.

Didalam dunia berkesenian , kebenaranku tidak bersandar kepada kepentingan materi maupun kekuasaan. Karya musikku adalah kebenaran suara hati nuraniku , aku tak sudi ditentukan oleh kebenaran2 seni aplikatif yang cenderung berpihak pada karya seni massal / industrial / fabrikan .

ini bukan curhat , tetapi upaya menelanjangi diri agar orang dapat mengenali ‘tubuhku / pikiranku’ secara jernih & utuh , juga upaya untuk membentengi diriku dari fitnah dan dusta yang selama ini terpaksa kutelan mentah2 hingga membuat perutku kekenyangan sampai mau muntah

aku juga bukan pahlawan dan tak berharap bisa mimpi sekalipun untuk bisa jadi pahlawan , tapi sedikit banyak aku bisa memahami apa yg dirasakan oleh mereka orang2 yang berani mati berjuang melawan berbagai bentuk penindasan2. Akupun menjadi tak rela , ketika ‘perjuangan’ sesama generasiku untuk mendirikan landasan awal bagi bentuk estetika pop Indonesia yang tak sekedar menyeh2 atau verbal mengharu-biru kini dikangkangi oleh hegemoni kapitalis yang mencangkoki mindset generasi2 baru. Aku dan generasiku ingin musisi2 yang tangkas , cerdas dan lebih tanggap serta lebih kritis dalam menyikapi kehidupan yang nyatanya semakin tak menentu . Bukan anak2 mami yang selalu merengek-rengek cinta sambil turus menetek dan bersandar diketiak orang2 asing

jsop

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara