hati nurani

seperti apakah alat tolak ukur yang kita gunakan , agar bisa disebut tidak menghina hati nurani kita sendiri? , lebih jujurlah pada diri sendiri , lebih beranilah bersikap , lebih rendah dirilah agar bisa menjadi manusia yang soleh dihadapan Tuhan YME , bukan sekedar baik dihadapan sesama manusia yg manipulatif seperti lazimnya cara2 yg bisa ditempuh dengan bersandar pada keyakinan serta agama kita masing2

Keadilan yg hakiki bermukim disana (hati nurani) status2 sosial maupun agama2 jangan dijadikan tempat untuk bersembunyi dari perilaku yg bersifat meng-hina-kan hati nurani diri kita sendiri … kalau kau menghina nuranimu maka kau akan cenderung menghina nurani orang lain , kalau kau menghina nurani orang lain maka kelak kau akan dihina oleh anak2 cucumu sendiri

pada dasarnya sifat manusia sebagai makhluk sosial dimanapun , ras/suku apapun , agama dan keyakinan apapun memiliki kesamaan2 prinsip yang fundamental. Yaitu kepedulian yang melahirkan perasaan iba ketika ada makhluk sesamanya yg terluka. Kita hanya tinggal menarik garis lurus untuk mempersempit ruang / perspektif dilingkaran hidup kita sendiri2. Ketika kita ‘menutup mata’ lalu melakukan pembenaran2 dng mencederai sifat2 dasar tersebut , maka itulah sebenarnya makna dari “menghina” hati nurani kita sendiri .

Sejauh mana kita telah melanggar kodrat kita sebagai makhluk sosial yg dibekali hati nurani

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara