tradisi dan demokrasi

Tradisiku yang masih doyan merokok & ngopi atau minum wine tidak sama dengan tradisi mereka yang tidak mengkonsumsinya. Sudah barang tentu tradisiku tidak baik bagi tradisi mereka , namun begitu pula jika yg  terjadi sebaliknya. Tradisi mereka akan menjadi buruk bagi tradisiku jika mereka memaksakan kehendaknya dengan cara sesukanya sendiri :p .

Lalu bagaimana mengatasinya? tak usah repot2 , tradisi menciptakan kearifan2 perilaku dimana setiap orang otomatis dengan sendirinya wajib menghormati hak2 atas wilayahnya.

Itu yang saya sebut sebagai ‘tradisi personal’. Pada sisi yang lain ada tradisi dalam tataran komunal bermasyarakat , yakni tradisi yang muncul atas dasar perilaku hasil keseimbangan dari berbagai elemen pendukung kehidupan sesuai letak alam / geografisnya secara sendiri2 . Semisal adanya berbagai faktor pendukung cuaca yang meng-identifikasikan berbagai musim , seperti musim semi , panas , gugur , dingin dsb. Ada pula posisi yg menunjukkan faktor ruang domisili , lewat berbagai  penjelasan berdasarkan tempat ketinggian , seperti kehidupan disekitar gunung atau kehidupan didaratan disepanjang pesisir lautan.

Pada hakekatnya , semua orang yang berkelompok dalam sebuah komunal masyarakat tertentu serta hidup dilingkungan alamnya masing2 , mempunyai kebiasaan2 yang spesifik yang tidak sama antara satu dan lainnya. Masing2 identitas memiliki pembenaran2 nya sendiri untuk mengelola harmoni dalam kehidupan mereka sendiri. Bahkan tubuh manusia sekalipun berinteraksi untuk menciptakan enzim2 antibody sesuai kebutuhan dimana tubuh itu hidup dan berada dilingkungannya

Demokrasi? … bah! , jika kau anggap demokrasi adalah berhala yang harus disembah. Didalam sistem tradisi itu sendiri sudah terjadi mekanisme check and balances sebagai manifestasi dari ‘demokrasi’ yang tidak perlu di-sebut2. Namun bukan berarti bahwa tradisi menolak cara2 baru untuk melakukan percepatan2 menuju proses keadilan bagi kesejahteraan.

Tradisi bersifat lentur , adaptif , dan kompromistis … namun tradisi akan berubah wujudnya menjadi amuk massa yang anarkis , jika terjadi pemaksaan2 kehendak untuk mencangkokkan paradigma2 baru yang sepihak secara semaunya begitu saja. Tradisi membutuhkan perubahan2 melalui mekanisme akulturasi dan asimilasi yang cair , egaliter serta harus ramah lingkungan.

jsop

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara