seni sampah

Seni didalam dunia berkesenian adalah produk budaya yang diolah dari satu kebudayaan yang berlangsung ditengah masyarakatnya. Dia bukan abstraksi bayang2 ajaib atau imaginasi mengada-ada ‘absurd’ yang turun dari langit , atau bahkan subyek dari satu aplikasi yg dicangkokkan secara bulat2 dari luar kepalanya sendiri.

Seni juga bukan sekedar media untuk menghibur hati , yang berfungsi untuk menutupi realitas dan menjadi tempat persembunyian dari satu kondisi budaya/perilaku buruk yang sedang terjadi. Temuan2 tehnologi , hanyalah fasilitas dan sarana agar proses pencapaian seni bisa memperoleh kemudahan didalam perjalanannya untuk merepresentasikan produk2 hasil kerja kebudayaannya itu sendiri.

Seni musik yang jauh panggang dari api , adalah seni yang hanya sebatas naluri ‘purba’ yang memprovokasi adrenalin , hingar bingar kerasnya suara atau gemulainya nada & kata2 yg menina bobokkan dan akan ‘selesai’ serta berhenti sebatas ditataran bunyi , tanpa membidani lahirnya inspirasi maupun gagasan dari dalam benak para penikmatnya.

Seni adalah “kejujuran yang indah” , tak ada keindahan seni tanpa kejujuran perilaku dari pelaku seninya itu sendiri. Pelaku seni adalah peniup trompet moralitas , etika didalam wilayah artistik. Bukan terdakwa asusila , narkoba bahkan perilaku menyimpang yang jelas mencederai norma2 apalagi bersahabat dengan terali jeruji penjara. Tidak ada pembenaran pelaku seni atau seniman untuk ‘bebas nilai’ atas nama kebebasan berekspresi.

Seni harus bebas dari perangai manipulatif yg materialistik . Seni menjunjung tinggi kemuliaan bagi terciptanya harkat dan martabat manusia. Seni yang terjebak pada perilaku selebritis , adalah ‘sampah’ yg dibawa oleh se-onggok daging dalam tubuh manusia yang dikelola oleh disiplin kamera dan cenderung mengabaikan esensi seni serta patuh pada kebodohan penontonnya.

jsop

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara