cara2 bermasyarakat yg ERROR

Ini pendapat saya tentang masyarakat yang disorientasi karena kekeliruan2 fatal didalam cara2nya menghadapi berbagai persoalan kemutakhiran.

Yang disebut dengan PROFESI (secara profesional) adalah satu bidang pekerjaan yang membutuhkan kompetensi , dimana pekerjaan tersebut selalu terkait dengan PENGABDIAN kepada kehidupan disekitarnya serta berdampak idiil (value/nilai2) maupun konsekwensi secara pragmatis berwujud materi yg bisa menopang tercapainya kesejahteraan. Setiap PROFESI saya analogikan sebagai satu bidang (kotak) spesifik yang juga bermuatan disiplin etika beserta tanggung-jawabnya masing2.

Didalam kehidupan kita yang nyata , ada ribuan jenis PROFESI yang bisa kita geluti sesuai dengan bakat maupun naluri secara lahiriah yg seolah sudah ditetapkan untuk melekat dalam diri setiap orang. Sebut saja misalnya: bidang kedokteran , insinyur , bidang hukum , ekonomi/perdaganagan  maupun politik yg disertai dengan berbagai sub2 bidang  masing2nya.

Seperti sudah saya singgung diatas , bahwa setiap PROFESI selalu dikawal oleh kode etik nya masing2 , maka tidaklah bisa dibenarkan jika ada orang secara begitu saja , boleh melakukan dualisme peran/jabatan yang mengabaikan aturan2 serta kode-etik dari masing2 bidang PROFESI tersebut. Perilaku tersebut dikenal sebagai PROFESI dengan kompetensi namun tanpa Integritas .

Temuan tehnologi modern yang membuat setiap kita bisa bekerja secara multitasking , bukan berarti adalah pembenaran2 perilaku untuk dapat melakukan perbuatan2 seperti saya sebutkan diatas.

Contoh sederhana yang dapat saya gambarkan disaat ini , adalah: kasus seorang Norman yang notabene berprofesi sebagai anggota Kepolisian dengan disiplin2 serta kode-etik sebagaimana telah ditentukan . Namun dibenarkan oleh masyarakatnya sendiri untuk menyeberangi lintas PROFESI lainnya , tanpa mempedulikan hal2 mendasar dimana sebuah PROFESI itu memiliki konsekwensi serta terkawal oleh disiplin / etika yang telah ditentukan. (integritas)

Masyarakat seolah bisa saja memaklumi terjadinya crossing/penyeberangan PROFESI , dimana setiap orang boleh2 saja dari kotak disiplin yang satu meloncat mencari keberuntungan ke kotak disiplin yang lain secara suka2 seenaknya sendiri saja. Masyarakat seolah terdiri dari orang2 yang mempunyai hak-nya sendiri2 guna menggerakkan social-engineering untuk menemukan dalil2 pembenaran dengan meng-kait2an alasan2 yang bisa dicomot dari issue2 berbeda , dimensi berbeda , perspektif berbeda , yang tidak ada hubungannya antara satu dengan yang lain.

Masyarakat yang seperti sekarang ini , saya menyebutnya sebagai kerumunan orang-orang ‘sakit’ yang mindset nya tunduk pada hegemoni kekuasaan2 yang dikelola oleh media2 pencitraan , seperti Televisi maupun media2 informasi hiburan klangenan &  sejenis yang lain. Masyarakat yang justru menjerumuskan Pemerintah-nya sendiri untuk semakin tak berdaya dalam upayanya untuk menegakkan norma2 yang seharusnya berlaku.

Kita harus hidup menggunakan akal sehat dari otak yang waras , bukan beradu otot lewat kuat2an tenaga secara fisik , apalagi sekedar ‘dodolan-cangkem’  , fuck the mainstream – jsop

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara