‘perangkap tikus’

IMAGINASI adalah modal yang tak ternilai bagi tumbuh dan berkembangnya kreativitas manusia disegala aspek dan bidang. IMAGINASI adalah energi yang membuat manusia selalu dinamis dalam menjalani peran2 dikehidupannya masing2.

Namun IMAGINASI adalah keberlanjutan dari sebuah proses2 empiris , yang telah menghasilkan sesuatu yang ‘nyata/real’ sebelumnya. IMAGINASI ibarat ‘BABAK’ berikutnya dari perjalanan sebuah lakon/kisah yang sudah dilewati.

Apa jadinya , bila IMAGINASI dipahami lalu diterima lalu menjadi ‘budaya’ yang sama sekali tak ada korelasinya dengan paradigma/proses2 yang saya sebutkan diatas.

Imaginasi menjadi ‘liar’ , tidak bisa dipertanggung jawabkan tujuannya , lalu menjadi tidak bisa dipertanggung jawabkan pula azas manfaatnya dikemudian hari.

Itulah yang kita hadapi dijaman ini melalui temuan tehnologi VISUALISASI. Tehnologi visual telah merampas proses2 alami dalam diri setiap insan guna melahirkan imaginasi2nya. Tehnologi visual mampu mewujudkan sesuatu tanpa proses2 kerja elaborasi dalam diri setiap manusia2nya.  Tehnologi visual menjadi ‘PEMBOHONG’ yang paling dipercaya untuk melakukan ‘pembenaran-pembenaran’ demi tercapainya satu tujuan.

Ini untuk direnungkan … sejauh apa tehnologi visual telah menjadikan kita seperti ‘tikus’ yg terperangkap  dalam jerat , serta yang tak juga disadari bahwa tehnologi visual dengan senang hati telah kita terima sebagai alat PENIPUAN yang menggembirakan hari.

jsop

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara