Dajjal Industri

“mas , saya pengen belajar jadi seniman sejati yang juga bisa bermanfaat bagi peradaban tradisi maupun pop modern” ; pernah satu waktu kalimat tersebut mampir di msg inbox [faxebook] , lalu saya jawab : itu semua tergantung seberapa siap kamu tahan menghadapi ‘kehilangan’

Namun saya berikan apresisasi karena dia menggunakan pemahaman pada kalimat “tradisi dan modern”. Memang itulah esensinya , seni hanya bisa dicapai ketika kaki berpijak bumi tangan menjunjung langit

Pengabdian pada dunia berkesenian seseorang adalah juga cermin kebudayaan dari yang bersangkutan itu sendiri. Kebudayaan terus bergerak kedepan , menjadi kewajiban bagi setiap kita untuk menjaga perilaku kebudayaan masing2 agar berkesenian selalu bisa kita pertanggung-jawabkan , serta juga tidak berjalan ditempat

Masih ada kesenjangan/jarak yang menjadi sekat untuk bisa menyatukan bahasa tubuh yang sama diantara sesama insan seni pop , jika kita bicara tentang ekspresi berkesenian dalam ber-kebudayaan di negri ini .

Dominasi terhadap pemahaman kebudayaan asing di tengah2 masyarakat kita , yg kita adopsi lewat tatanan nada diatonis , masih menjadi beban psikologis ketika seorang pemusik berupaya unt menggali substansi kultural dalam upaya2nya mengukuhkan karakter identitasnya .

Sebagai satu contoh sederhana , orang2 yang mengenal karya saya di tahun2 dimana saya kental menggunakan media rock yang bernuansa western , menjadi nyinyir dan cenderung ‘sinical’ ketika saya mencoba menggali musik sesuai dengan substansi akar kultur saya sendiri. Bahasa kalimat yg mereka gunakan mencerminkan betapa masih terjadi pendangkalan2 budaya.

“ngapain sih elu yock! … koq musik elu jadi jawa gitu?” … ; sebetulnya saya wajib marah :p tapi karena yg ngomong seperti ini bukan anak2 kecil lagi … saya malah jadi geli !

Boleh2 saja dan juga sah2 saja menggunakan perangkat serta media musik yg sudah universal untuk mengekpresikan diri. Namun akan lebih terhormat serta lebih bermartabat jika mampu berekspresi melalui media kulturalnya sendiri yang secara estetik bisa diterima dan diakui oleh seluruh umat manusia yang universal … Hal2 seperti ini harus dimaknai sebagai PROSES menuju pencapaian2 yg harus dihargai , bukan malah justru dikebiri

Nah … pada ‘titik’ inilah , DAJJAL industri musik pop di negeri ini kakinya mengangkangi kepala

 

jsop

 

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara