nasionalisme?

saya juga kagum produk kebudayaan asing , tapi mengagumi ya harus sebatas kagum karena alasan peradaban mereka memang lebih maju , jangan melahirkan stigma bahwa selamanya kita harus dibelakang terus … kita dicekokin 24 jam/sehari tanpa diberi kesempatan untuk mikir apalagi berproses , anti asing harus dimaknai dari perspektif ekonomi , sedangkan kemandirian ekonomi itu karena kemandirian mutu & kualitas yang juga terjaga [tentu saja setelah punya produk terlebih dahulu]

kalau ada orang mengaku dirinya pengusaha nasional , maka seharusnya dia juga berpikir nasionalis . Berpikir nasionalis itu bekerjasama dengan produsen WNI untuk menyediakan ruang2 berkarya/berekspresi.

Kalau selalu berkilah ‘business is business’ untuk dijadikan alasan2 pembenaran sebagai importir … itu yang saya sebut komprador atau broker / oportunis atau juga benalu bagi bangsa sendiri.

pada tataran inilah , maka posisi serta jabatan yang terkait dengan peran didalam membangun Negara dan urusan2 dalam menciptakan peran2 sosial kemasyarakatan (social engineering) tidak bisa diserahkan ditangan ‘abg’ atau anak muda yg baru lulus sekolah.

Di wilayah manapun dimuka bumi ini , selalu orang dewasa (cukup berumur) yang menduduki posisi2 strategis tersebut. Semata karena mereka memang punya jam terbang yg merekam jejak sejarah.

‘abg’ atau pemuda berkarya diwilayah pragmatis , untuk melahirkan gagasan2 tentang pembaharuan . Orang tua/dewasa mengatur dan mengawasi agar mereka tidak pindah jalur apalagi sarat resiko anjlok dari rel.

Barulah kemudian POLITIK bisa bekerja dengan baik dan benar guna memfasilitasi dan mengendalikan dialektika

“memfasilitasi dan mengendalikan dialektika” itu akronim [kata kerja] untuk menterjemahkan: produk Hukum / perundangan menjadi regulasi atau aturan.

kalau saya bertanya … politik di Indonesia ngurusin soal apa ya? siapa yg bisa meyakinkan saya supaya saya tidak lagi mengusung propaganda “fuck the mainstream”

jsop

 

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara