gagap budaya gagap bahasa

Generasi demi generasi datang silih berganti , generasi baru selalu muncul tanpa catatan. Catatan yg tertulis dalam ingatan bahwa segala sesuatu yang ada dihari ini , adalah karena proses2 yang terjadi di masa2 sebelumnya. Bagaimana proses itu bisa terjadi dan siapa saja orang2 yang melakukannya menjadi tidaklah penting lagi. Yang terpenting adalah bagaimana persoalan harus diatasi diselesaikan bagi kebutuhan hari ini

Catatan dalam ingatan adalah ‘TEKS’ , bekal dalam menemukan KEBENARAN. Tanpa catatan , maka ‘kebenaran’ mengambang tak bertuan. Dia menjadi filsafat yang liar yang bisa dikuasai oleh siapa saja: “semakin merasa benar maka sesungguhnya semakin tidaklah benar” .

Generasi gagap budaya gagap bahasa … tanpa kemampuan memaknai bahasa yang sama disitulah setiap generasi begitu mudahnya diadu domba … Indonesia hingga 2011 , apa yang akan terjadi nanti harus dihadapi.

Semakin banyak orang2 yang gemar meng-eksploitasi kalimat2 puitik dari buah pikiran para penyair besar. Digunakan untuk melakukan pembenaran2 bagi orang2 lainnya yang tak terbekali catatan. Atas nama kesenian , atas nama agama , atas nama UANG … wajah sendiri rela dibenamkan kedalam comberan

‎’Banyak orang dirampas Hak nya’ [Sajak: Kesaksian WS.Rendra] … jawab saja itu dulu , siapa yang merampas dan siapa yang dirampas.

Aku akan tetap berjalan walaupun harus berjalan sendiri , semoga keterasingan diantara kita segera bisa diakhiri

jsop

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara