kepalsuan itu

penggemar itu lingkaran orang2 yang hidup dalam dunia yang relatif palsu , berbeda dengan ‘penganut’ yang selalu berdasarkan satu fahamisme tertentu yang diyakini berdasarkan fakta2 empiris yang mereka miliki.

Fahamisme korelatif dengan perilaku / sistem nilai tertentu , sementara penggemar biasanya hanya berdasarkan hobi yang dengan mudah terprovokasi menjadi fanatisme yang melahirkan euforia yang membabi-buta

pragmatisme industri hiburanpun hatinya jadi senang , karena demand pasar terbuka semakin lebar. Pasar yg tidak berhenti/selesai bagi tercapainya kepentingan ekonomi , namun bagi panggung2 kekuasaan yang terselubung

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara