musik Indonesia salto

Tidak sulit untuk mencari alasan mengapa kreativitas musik PoP Indonesia tidak berkembang:

a. Absennya Kritikus Independen , yang membuat masyarakat mengalami pendangkalan karena miskin referensi , sehingga berdampak pada menumpuknya musik yang asal jadi

b. Musik asal jadi adalah kebisingan yang melahirkan panggung2 pertunjukan yg hanya untuk dikuasai korporasi , musik yang hanya sebatas digunakan sebagai sarana kepentingan ajang promosi

Dinegeri ini , nasib musik PoP seolah ada ditangan korporasi. Korporasi menjadi ‘tuhan’ yang bisa menentukan kapan musik dimainkan atau harus dihentikan. Hegemoni yang sudah menginjak-injak hati nurani

argumentasi saya adalah sbb:

a. Ketika tidak ada kontrol dari kritik yang memadai , maka semua orang merasa sah2 saja untuk bisa hadir dipanggung2 tertentu yg seharusnya dihormati. Tehnologi bukan dijadikan tolls / sarana mengembangkan kreativitas , namun alat untuk menipu / membohongi.

b. Membuat ‘pemusik amatiran’ sekalipun mampu menjadi milyuner dalam seketika asal melalui dukungan korporasi. Pada akhirnya kita baru disadarkan bahwa Kapitalisme telah mengepung kita dari segala penjuru.

Korporasi (besar) bukan merasa bangga karena telah ikut membiayai musik yang baik/bagus. Namun yang terjadi justru sebaliknya … musik lah yang seolah harus merasa bangga karena telah dibiayai oleh Korporasi (besar) … SALTO jungkir balik

jsop

 

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara