hidup-kehidupan



Kelahiran sering dimaknai sebagai hadirnya kebahagiaan , kematian dipahami sebagai kedukaan yg dalam. Asah setajam mungkin dua sudut sisi kepekaan itu untuk menjalani kehidupan , agar hidup terlatih untuk memelihara keseimbangan. Jangan sombong dan merasa jumawa … ikhlaskan kemarahan , ikhlaskan kegembiraan tak perlu ragu meng-ikhlaskan kesedihan yang pasti juga akan datang. Manusia hidup untuk berekspresi dalam semua tindakan.

ketika duit ada ditangan maka itulah yang disebut keberhasilan. Lupa bahwa duit hanyalah salah satu sarana diantara yang lain2nya. Pemahaman pikiran cupet yg seperti itu hanya akan menyebarkan rasa kebencian yang akan menjadi bencana bagi kemanusiaan.

Mudah untuk mendefinisikan apa itu KEBAHAGIAN ataupun KESEDIHAN yg bersifat ‘kedalam diri sendiri’ [inhern]. Diantara keduanya bermukim apa yg disebut ‘KEBERHASILAN atau KEGAGALAN’.

Medium seperti apa yang seharusnya digunakan agar membuat orang tidak mengalami disorientasi dalam mengukur kedua hal tersebut. Keberhasilan dan Kegagalan pada dasarnya bersifat subyektivitas personal/individu. Dia harus menjadi ‘keberhasilan dan kegagalan’ yang bersifat komunal , agar menjadi obyektif.

Keberhasilan dan kegagalan harus mengacu pada keterlibatannya dengan persoalan yang ada dimasyarakatnya sendiri. Agar keberhasilan dan kegagalan termaksud tidak terasing dari permasalahan dikehidupannya.

Ber-Kebudayaan adalah satu2nya mekanisme yang bisa memberikan penjelasan , apakah kita mengacu kepada persoalan yg terjadi ditengah masyarakat/bangsa kita sendiri , ataukah ‘keberhasilan dan kegagalan’ diatas diukur melalui parameter2 dari Kebudayaan orang lain (asing)

jsop

 

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara