gug-gug & mie instan

Aku berpikir dengan akal sehat dan pikiran yang waras , kupastikan semenjak merdeka negeriku ini sudah salah kelola. Dimana letak kesalahannya bukanlah seperti membaca peta buram untuk menelusurinya , semua masih jelas bisa terbaca , bisa dibenahi jika memang ada kemauan sekuat kehendak pemuda2 nusantara ditanggal/tahun 28 Oktober 1928.

Kini sudah terlalu jauh kesalahan2 itu dibiarkan hingga menjadi ‘kewajaran’ yang suka tak suka harus diterima untuk kemudian harus ditelan setiap harinya. Seperti menelan penyakit , betapapun nikmat rasanya penyakit tidak akan pernah menyehatkan tubuhku sendiri , maka akupun menolak untuk terlibat dalam urusan masyarakat yg mengkonsumsi penyakit , walau memang sudah agak terlambat untuk memastikan aku bukan gug-guk , tapi aku yg manusia merdeka

Muncul generasi instan sebagai representasi dari kehadiran generasi baru yang kecewa terhadap perilaku generasi sebelumnya. Seperti halnya julukan yang mengusung sebutan instan , maka generasi ini identik dengan cara2 untuk membuat perut terasa kenyang cukup dengan mengkonsumsi makanan sejenis super mie. PARADOX MODERNITAS

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara