seniman koq kapitalis

Fungsi hidup jika diurut berdasarkan anatomi skala prioritasnya , maka: setiap orang harus melengkapi kesadaran dirinya sebagai MAKHLUK SOSIAL sebelum menyentuh aspek , bidang/wilayah lainnya sebagai makhluk politis – makhluk Hukum hingga mahkluk Ekonomi.

Profesi seniman adalah profesi yang bersandar pada kaidah / kredo manusia sebagai makhluk sosial. Oleh karena itu pula bila dinegara berkembang yg masih miskin ditemukan kehidupan para seniman yang taraf ekonominya juga berkatagori miskin atau tidak sekaya dng segelintir orang lainnya , maka itu sesuatu yg lumrah / lazim karena konsekuensi pengabdian sosial , sebab profesi seniman memang punya tugas skala prioritas bukan untuk semata bisa menjadi kaya.

Namun terjadi revolusi industri diabad XVIII yg membuat produk seni menjadi bagian dari komoditas kegiatan ekonomi , maka sejak saat itu pula seniman berpeluang untuk berkesempatan meraih kesejahteraan dalam konteks materi.

Tetapi itu semua adalah ‘efek samping’ / dampak yg diakibatkan oleh kadar kualitas kegiatan ekonomi dari masyarakat dilingkungannya masing2. Sama sekali tidak merubah manifesto peran profesi seniman yang mutlak berada dibarisan terdepan sebagai garda makhluk Sosial.

“Seniman bisa menjadi kaya ketika tatanan masyarakat disekelilingnya juga berkegiatan ekonomi yg adil & ‘kaya’, maka itu lumrah. Seniman jadi kaya sementara masyarakat disekitarnya miskin & tanpa keadilan? … itu perilaku kapitalis bukan seniman”

jsop

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara