guru ataukah murid duluan

Diakui bahwa kualitas guru masih rendah … yaitulah , kenapa saya koq sering merasa “ngomong sama anak sekola’an jaman dulu sama anak sekola’an jaman sekarang , beda banget” , padalan saya juga cuman sarjana lulusan universitas jalanan alias kaki lima diemperan. Sarjana2 yang nggak nyambung dengan substansi persoalan yg nyata. Pantesan saja kan kalo orang2 pinter dijaman sekarang ini taunya cuman ‘made in’ luar negeri. Kalau sudah begini ya jangan dipake’ dulu tuh sarjana2 dari hasil pendidikan ilmu hapalan / multiplechoices dsb , suruh masuk TK aja lagi

Ini semua adalah akibat dari rangkaian ‘efek domino’. Pendidikan tanpa ideologi sebagai tujuan. Ideologi yg menjadi sasaran bagi tujuan pendidikan yg semakin nggak jelas. (mau mencetak apa?) ‘manusia kreatif yg mampu hidup mandiri atau sekedar menciptakan tenaga siap pakai’ . (siap pakai untuk duduk hanya sebagai operator2 dibelakang mesin2 produk asing) Sekadar fasih untuk menggunakan mesin2 asing sama saja dengan mempersiapkan diri untuk mengabdi kepada kepentingan asing.

Ideologi yg nggak jelas melahirkan Kurikulum yang juga nggak jelas. Kurikulum nggak jelas melahirkan ‘guru-guru’ yg juga nggak jelas. (profesi tanpa integritas , profesi untuk sekedar mencari nafkah) . Kurikulum & Guru2 yang nggak jelas serta tanpa kredibilitas , berhadapan dengan kondisi murid2/siswa yang ‘mabuk’ demokrasi/kebebasan berekspresi

NASI CAMPUR! (yang rasanya basi)

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara