plin-plan
perilaku munafik itu juga lahir dari kegemaran ber-euforia pada romantisme sentimentil masa-masa lalu.
Kalau didepan mata selalu bicara ‘mendukung’ upaya menegakkan keadilan dan menghormati hak-hak orang lain yang disalah gunakan. Tetapi , dibelakang punggung ikut ‘menari’ mengikuti tetabuhan gendang ‘setan’

















