aku adalah aku

jangan samakan aku dengan mereka … mengejar apa yang tampak adalah s’gala2nya. Dalam hidup ini aku bukanlah ‘pendatang’ … yang selalu beranjak untuk ‘pergi’ lagi. Aku untuk setia pada janji … bagian dari kehidupan yang telah menghidupi diriku sendiri.

- 0 -

Seberapa banyakkah orang yang mengerti dan paham akan fungsi karakter yg kemudian mewujudkan identitas bagi makhluk hidup. Karakter lahir dari kebiasaan2 dimana manusia berkumpul (paradigma) , sedangkan identitas berfungsi sebagai medium atau sarana untuk bersosialisasi.

[Saya mau bicara soal budaya urban yang dalam konteks ‘K PoP’ , sebagaimana yg saya yakini bahwa segala sesuatu yang berlebihan akan berdampak buruk bagi munculnya ‘kekurangan’ yang merugikan]

Dari perspektif budaya yg juga menganut azas Ke-Esa-an tunggal , tidak dikenal universalitas karakter & identitas bagi manusia maupun jenis makhluk2 hidup yg lainnya. Setiap kelompok/komunal masyarakat bahkan sebuah kesatuan bangsa mengusung ‘symbol2nya’ sendiri2. ‘Symbol’ bisa tampil lewat wujud ‘warna kulit’ atau bahkan ‘agama’. Perbedaan antar manusia wajib dipersatukan melalui azas toleransi / empati / kepedulian / persamaan hak / persamaan derajat dan lain2 [humanisme]

Singkat kata , tidak ada yang salah dengan K-PoP sebagai wujud dari eksistensi kultur-urban yg menjadi bagian dari dinamika ber-Kebudayaan dinamis , yang juga representasi dari geliat agen2 perubahan (anak muda) yang selalu bergerak ingin kedepan. Namun , menjadi salah dan keliru ketika ada sebuah perangai budaya urban yang berlebihan , hingga tanpa banyak disadari dia mencederai banyak hal yang tak pernah terbayangkan.

Dan yang tampak dimata saya adalah : akan tercederainya toleransi / empati kita sebagai Bangsa yang Majemuk , yang justru seharusnya kemajemukan tersebut wajib diperjelas lagi , tentang segala sesuatunya yang berkaitan dengan berbagai perbedaan yg ada. Baik perbedaan secara agama , baik perbedaan secara ‘RAS’ baik perbedaan secara kultural (adat-istiadat)

Bhineka Tunggal Ika adalah > EMPATI dan Toleransi yang mempersatukan perbedaan . Bukan menghapus perbedaan agar bisa menjadi seragam.

Nonsens

Tulisan diatas sebatas KATA PENGANTAR sebagai upaya saya untuk mengatakan bahwa : urusan Sosial Budaya selalu terkait dengan Sosial Ekonomi yang dibidani oleh Sosial Politik

K-PoP sebagai ekspresi ‘gaul’ dari remaja urban bukanlah suatu hal yang patut dibicarakan secara ber-lebih2an. Namun ketika K-PoP telah ‘dimanfaatkan’ oleh tangan2 hegemoni Industri yg mengabaikan tatanan etika (Sosial Budaya) , maka yang akan muncul nanti adalah ‘isu-negatif’ kesenjangan sosial (Sosial Ekonomi) yg melibatkan infiltrasi ‘ras’ kuning dari dataran utara (Sosial Politik)

(tulisan ini belum selesai / berlanjut)

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara