fuck the mainstream

siapa yang tidak takut nggak punya duit? sayapun takut nggak punya duit , siapa tidak takut nggak bisa makan? badan saya juga ngilu kalau sampai nggak diberi umpan , siapa tidak takut miskin? saya juga takut dan nggak kepengen miskin … tapi , untuk mengatasi itu semua bukan dengan memelihara rasa takut ; kenapa?

Sebab ketakutan adalah bayang2 musuh permanen yang tak terkalahkan ; maksudnya? ; bagaimana bisa kamu mengalahkan bayangan , musuh yg nggak nyata dan nggak keliatan; Lalu..?

Taklukkan rasa takut ; caranya? , kuasai persoalan yang menjadi kebutuhan hidup …; bagaimana kalau ‘KEBUTUHAN’ hidup dulu yang terpenuhi barulah ‘persoalan hidup’ diatasi menyusul kemudian.

Ogah ; … kenapa?

karena hidup itu untuk hidup bukan untuk punya duit , karena hidup memang butuh makan tetapi hidup bukan untuk makan , karena hidup memang bukan untuk jadi miskin , tetapi kemiskinan itu untuk ditaklukkan bukan untuk ditakuti ; masih absurd … ; ah capek ah saya ngomong sama kamu … ; saya juga capek mas … ; sama dong :p

– O –

coba pikir .. ketika uang/materi menjadi tujuan utama dan dianggap ‘segalanya’.

Saya mau ber-inovasi kerja , tapi saya minta disediakan terlebih dulu uangnya dimuka dng berbagai alasan (baik yg masuk diakal maupun yg tidak) . Maka ketika uang sudah ditangan … saya akan berpikir ‘ngapain juga gw pusing2 mikir inovasi’ toh dengan gini aja sekarang duit udah ditangan gw.

pada akhirnya … saya memang tetap bekerja (sbg bukti pertanggung-jawaban) . Tetapi kerja saya diatas tidak lagi kerja inovatif sebagaimana gagasan awal yg muncul dibenak saya.

Satu orang seperti saya , masih nggak apa2. Ada dua orang hingga 100 orang mungkin juga masih nggak apa2 , karena jumlah masyarakatnya ada ber-juta2. Tetapi kalau mayoritas sudah berpikir dng cara yang sama? … itulah Indonesia hari ini

ini masalah mental yang membentuk karakter . Maka jika karakter mayoritas masyarakatnya sudah dibuat serupa … segala macam cerita tentang korupsi , pelanggaran hukum , sampai dengan ilmu akal2an lainnya … Hulu mata airnya sama. Kita yang masyarakat menengah adalah bagian dari HILIR yang mau tidak mau turut membentuk anak2 sungai kecil hingga sampai ke MUARA kekacauan

lalu dimana posisi anda dan orang2 lainnya … saya sendiri sudah sejak lama menyadari dimana posisi saya sendiri harus berdiri . “Fuck the Mainstream”

jsop

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara