dik, pakailah dulu behamu itu

Kita kan negara Bhineka Tunggal Ika , mau dibawa kemana Negara ini kalau bisa melarang seenaknya sendiri saja. Kita kan bukan negara Islam , Islam tidak boleh asal me-larang2 … dunkz

‘duhai adik2ku produk budaya urban kw10 yang malang , jangan meneropong bintang pakai kertas kardus yg dilipat. Bhineka Tunggal Ika itu bukan baru lahir kemaren sore bertepatan kamu juga lahir dinegeri ini yang namanya sudah menjadi Indonesia. Bhineka Tunggal Ika itu lahir di abad XlV disebuah peradaban dimana Mpu Tantular hidup diwilayah Nusantara. Mereka bicara tentang toleransi dari berjuta orang sejak dari jaman itu yang mengusung berbagai perbedaan kultur & budaya , sambil berupaya keras bagaimana caranya agar bisa hidup dengan damai berdampingan hingga rukun bersatu . Bukan atas dasar trend atau mode yang sedang ‘in’ , apalagi hak kebebasan berekspresi

Jangan sok tau dan keras kepala untuk menyiasati segala macam cara agar bisa dibilang sudah benar sesuai tuntutan cita2 masa depan.

Paham itupun bukan dibawa oleh ajaran Islam , namun oleh peradaban kaum Budhist dimana ajaran2 tentang toleransi perbedaan keyakinan beragama yg berlainan tersebut juga sesuai dengan ajaran2 yang juga diperintahkan oleh agama Islam. Islam justru agama yang menjunjung toleransi perbedaan dengan menerima paham tersebut tanpa perlu mengganti JUDUL namanya agar tidak menafikkan fakta sejarah . Kalau ada satu dua orang yg mengaku islam tapi kelakuannya ‘bejat’ maka dia itu namanya ‘kampret islam’ , bukan makhluk yg taat sesuai ajaran Islam yang diturunkan melalui Nabi besar Islam.

Kamu sendiri agamamu apa dik? kalau kamu Islam juga maka kembalilah kejalan yang benar , caranya? baca buku sejarah. Tapi kalau kamu bukan Islam … justru kamu sendirilah yang mulai membakar api hingga isyu SARA dsb bakalan bisa muncul kepermukaan lagi , kamu sendiri juga yang bakalan susah nanti. Hati2 ya dik … pakai beha / kutangmu kalau mau jalan2 ke kampung melayu.

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara